Properti

Tiga Provinsi Ini Warganya Banyak Tinggal di Rumah Layak Huni

Ilustrasi rumah minimalis (Foto: tukangbaru.com)

VoIR Indonesia, Jakarta | Semua orang pasti menginginkan untuk memiliki rumah layak huni. 

Mengingat rumah yang layak huni bisa menunjang kenyamanan, keamanan, serta kesehatan penghuninya.

Sejauh ini terdapat sejumlah masyarakat di beberapa provinsi Indonesia yang sudah banyak menempati rumah layak huni.

Sebagaimana dikutip dari dokumen Badan Pusat Statistik (BPS) berjudul Indikator Perumahan dan Kesehatan Lingkungan 2022.

Publikasi itu berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2022 yang dilaksanakan di 34 provinsi dengan sampel 345.000 rumah tangga yang tersebar di 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Perlu diketahui, klasifikasi rumah layak huni dilakukan dengan mempertimbangkan empat kriteria yang diwajibkan kelayakannya terpenuhi.

Pertama, ketahanan bangunan (durable housing) yaitu bahan bangunan atap, dinding, dan lantai rumah memenuhi syarat sebagai berikut:

1. Bahan bangunan atap rumah terluas adalah beton, genteng, kayu/sirap, dan seng.

2. Bahan bangunan dinding rumah terluas adalah tembok, plesteran anyaman bambu/kawat, kayu/papan, dan batang kayu.

3. Bahan bangunan lantai rumah terluas adalah marmer/granit, keramik, parket/vinil/karpet, ubin/tegel/teraso, kayu/papan, dan semen/bata merah.

Baca Juga:  Berikut Gangguan Kamtibmas Yang Terjadi di Polres Ketapang Sepanjang 2021

Kriteria kedua, kecukupan luas tempat tinggal (sufficient living space) yaitu luas lantai per kapita minimal 7,2 m2.

Ketiga, memiliki akses terhadap layanan sumber air minum layak.

Dan terakhir, memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak. Adapun pada tahun 2022, persentase rumah tangga yang menempati rumah layak huni sebesar 60,66 persen. Alias, 61 dari 100 rumah tangga menempati rumah layak huni.

Jika membandingkan tipe daerah, persentase rumah tangga yang menempati rumah layak huni di perkotaan (63,45 persen) lebih tinggi daripada di pedesaan (56,84 persen).

Lalu berdasarkan wilayah, provinsi dengan persentase terendah soal rumah tangga di perkotaan dan pedesaan yang menempati rumah layak huni ialah Papua 27,28 persen.

Sementara, tiga provinsi dengan persentase terbanyak mengenai rumah tangga di perkotaan dan pedesaan yang menempati rumah layak huni meliputi:

1. D.I. Yogyakarta 84,94 persen;

2. Bali 81,65 persen;

3. Kalimantan Timur 73,18 persen. [Sumber: Kompas.com/Red]

To Top