Hukum

Ditetapkan jadi Tersangka, MS dan MRZ Masih Bebas Beraktifitas di PLN Kalbar

(Foto: Ist)

VoIR Indonesia, Kalbar | Diduga melakukan babak baru kasus perzinahan terlapor MS dan MRZ yang diduga terjadi di Hotel Horison Bandar Lampung beberapa saat lalu sesuai laporan polisi nomor: LP/ B/1535/VII/2022/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/ POLDA LAMPUNG Tanggal 12 Juli 2022.

Ternyata polisi telah menetapkan sebagai tersangka pasangan perzinahan MS dan MRZ sesuai pasal 284 KUHpidana.

Hal itu sesuai dengan surat pemberitahuan Penetapan Tersangka dari Reskrim Polresta Bandar Lampung tanggal 7 September 2022 yang ditujukan ke Kepala Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.

Dalam surat bernomor B/869/IX /2022/ Reskrim tentang penetapan tindak pidana Perzinahan sebagaimana dimaksud pasal 284 KUHpidana, oleh penyidik Reskrim Polresta Bandar Lampung.

Alhasil pasangan MS dan MRZ bakal duduk sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang dan bila hakim menjatuhkan vonis bersalah bakalan masuk bui ancaman hukuman selama sembilan bulan penjara.

Bahkan MRZ terancam dipecat bila nantinya hakim menjatuhkan putusan bersalah dan sehingga wajib menjalani hukuman penjara di bui.

Baca Juga:  Tong Sin Fu, Pencetak Generasi Emas Bulu Tangkis Indonesia yang Terlupakan

Saat dilansir dari salah satu media target, sementara BS selaku terlapor atau korban saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

“Benar saya telah menerima surat pemberitahuan penetapan tersangka keduanya. Terimakasih bapak polisi Reskrim Polresta Bandar Lampung unit PPA sudah profesional dan sudah presisi dalam menangani perkara laporan sehingga keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar BS.

Sementara itu, saat dilansir dari Rmol Lampung “Sungguh keterlaluan kelakuan MRZ jauh-jauh dari kota Pontianak Kalimantan Barat datang ke kota Bandar Lampung hanya untuk meniduri istri orang,” ujar RL kerabat BS suami MS kepada wartawan, Kamis (14/7).

“MRZ adalah pegawai salah satu BUMN yakni PLN di Kota Pontianak, mohon agar pegawai amoral tersebut dipecat saja dari tempatnya bekerja, mohon Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) pecat saja MRZ,” harap RL.

Hingga berita ini dinaikkan, belum mendapatkan jawaban pasti dari pihak PLN Kalimantan Barat. [Asmun]

To Top