Nusantara

Lemahnya Etika Berkomunikasi Lurah Kapuk Muara Ketika Berhadapan dengan Wartawan

M. YS selaku Lurah Kapuk Muara (Foto: Ist)

VoIR Indonesia, Jakarta | Dugaan pelecehan terhadap profesi wartawan kembali terjadi.

Kali ini oknum pelaku dugaan pelecehan terhadap profesi wartawan dilakukan oleh seorang kepala kantor kelurahan Kapuk Muara terhadap Zulfahmi, salah satu wartawan berita online nuansametro.co.id, Jumat (16/12/2022).

Menurut Zulfahmi, dugaan pelecehan itu terjadi bermula pada saat dirinya sedang menjalankan tugas jurnalis, menyambangi kantor kelurahan Kapuk Muara untuk menemui M. YS selaku Lurah Kapuk Muara, bermaksud akan melakukan konfirmasi seputar kegiatan menjelang Natal dan Tahun Baru di wilayah Kapuk Muara Jakarta Utara.

“Sambil duduk saya memperkenalkan diri saya dari wartawan nuansametro.co.id, untuk izin konfirmasi kepada Pak Lurah seputar giat jelang Nataru. Sebelum menjawab pertanyaan saya, Lurah bertanya dengan kata-kata “Sudah terdaftar apa nggk tuh?” Dan menanyakan status media nuansametro.co.id. selanjutnya YS kembali menanyakan dimana kantornya. Seketika itu juga saya jawab di Karawang,” ucap Zulfahmi.

Kemudian, menurut Zulfahmi, YS kembali menanyakan perihal terdaftar tidaknya media nuansametro.co.id.

“Saya saat itu mempertanyakan kepada YS perihal pertanyaannya tersebut. Namun, YS tidak dapat menjawab. Bahkan YS malah menanyakan siapa ketuanya. Yaa, lalu saya jawab bukan ketua, tetapi pemimpin redaksinya. YS hanya menjawab enteng dengan mengatakan ‘yah sama aja ketua ama pimred’,” ungkap Zulfahmi.

“Saat saya hendak merekam percakapan tersebut, YS bertanya dengan nada kurang bersahabat, dan melarang percakapan dia dengan saya dilarang untuk direkam,” tandasnya.

Dirasa kurang bersahabat dengan awak media, akhirnya Zulfahmi pun bergegas untuk keluar meninggalkan ruangan lurah sambil pamit.

Menanggapi ucapan YS yang notabene seorang ASN mengepalai sebuah kantor pemerintahan tingkat kelurahan, Pemimpin Redaksi nuansametro.co.id, Endang Nupo sangat menyayangkan sikap Lurah Kapuk Muara, M.YS, yang terkesan tidak memiliki etika dalam berkomunikasi, apalagi hal tersebut dilakukan oleh seorang kepala pemerintahan tingkat kelurahan yang berasal dari ASN.

Baca Juga:  Bersiap di Awal, Sekjen Gekira Resmikan Sekretariat Tim Pemenangan Pemilu 2024 dan LBH

“Kami sangat menyayangkan dengan sikap arogan yang dipertontonkan oleh seorang kepala kantor kelurahan Kapuk Muara tersebut. Apalagi dia mempertanyakan terdaftar atau tidaknya media nuansametro.co.id. Perlu diketahui, media kami itu media yang memiliki badan hukum yang jelas,” ungkap Endang Nupo.

Endang Nupo menambahkan, bahwa wartawannya menyambangi kantor kelurahan Kapuk Muara tersebut, bermaksud akan melakukan wawancara perihal kegiatan menjelang Natal dan Tahun Baru di wilayah Kapuk Muara.

Di tempat berbeda, Ketua Media Independen Online Indonesia (Mio Indonesia) Jakarta Barat, Cuncun prihatin dengan sikap dan perkataan yang dilontarkan YS selaku Lurah Kapuk Muara kepada wartawan yang akan melakukan wawancara. Seakan tidak bersahabat dan memandang sebelah mata terhadap jurnalis yang sedang melaksanakan tugasnya dilapangan untuk mencari informasi yang Aktual dan berimbang.

“Saya menyayangkan sikap dan perkataan yang dilontarkan YS selaku Lurah Kapuk Muara kepada wartawan nuansametro.co.id, seakan tidak bersahabat dan memandang sebelah mata jurnalis yang sedang melaksanakan tugasnya dilapangan untuk mencari informasi yang Aktual dan berimbang,”  ujar Cuncun.

“Sebagai seorang ASN di pemerintahan yang memimpin kewilayahan pada level kelurahan, harusnya memiliki attitude yang baik. Walikota Jakarta Utara seharusnya mengevaluasi kembali kinerja kepala kelurahan Kapuk Muara ini,” pungkasnya.

Sebelum berita ini tayang, media ini berusaha melakukan konfirmasi kepada Lurah Kapuk Muara melalui pesan WhatsApp, namun hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan dari yang bersangkutan. [MIO/Red]

To Top