Nusantara

Pembangunan RSUD Kalideres di Jalan Bedugul Ganggu Kenyamanan Warga Sekitar

(Foto: Ist)

VoIR Indonesia, Jakarta | Pekerjaan konstruksi pembangunan RSUD Kalideres oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang dikerjakan oleh PT. Wika Gedung Jaya Konstruksi KSO di Jalan Bedugul NA Perumahan Daan Mogot Baru, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat mendapat respon warga sekitar.

Pasalnya, pengerjaan proyek tersebut sangat menganggu kenyamanan warga sekitar dan para penguna jalan yang ada di sekitaran proyek milik pemda tersebut.

Andrianus, salah satu warga sekitar mengatakan bahwa proyek pembangunan RSUD Daan Mogot tersebut sangat mengganggu kenyamanan dirinya dan warga sekitar.

“Kalau pas musim kering begini polusi debunya berterbangan sampai ke pemukiman warga. Kita parkir kendaraan depan rumah kita saja diselimuti debu berterbangan dari proyek itu,” kata Andrianus kepada media, Rabu (23/11/2022).

Dirinya sangat mendukung program pembangunan yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Namun ia meminta pihak terkait untuk memikirkan dampak dari proses pembangunan itu.

“Kita sebenarnya mendukung adanya pembangunan itu, tapi tolong dipikirkan juga dampak dari pembangunan itu, buat warga juga merasa nyaman tidak terganggu dengan aktivitas pembangunan itu,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Dwi Harianto Tan selaku Ketua Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK) RW 017 Kelurahan Kalideres.

(Foto: Ist)

Dwi Harianto mengungkapkan bahwa banyak warga yang komplain dengan keberadaan proyek RSUD Kalideres itu karena warga merasa sangat terganggu dengan kebisingan dan polusi udara dari proyek yang bekerja 24 jam itu.

Baca Juga:  Asabri dan Polres Jakbar Serahkan Santunan Kepada Keluarga Zainuri Anggota Polsek Kembangan

“Banyak warga yang komplain ke kita bahwa kebisingan yang berasal dari proyek itu. Selain bising karena debu yang berterbangan juga sering mengganggu arus lalu lintas sehingga menimbulkan kemacetan di sekitar situ,” kata dia.

Dwi Harianto Tan menambahkan, seharusnya proyek sekelas Wika itu bisa lebih profesional dalam urusan pengerjaan proyek seperti itu agar tidak menganggu kenyamanan warga sekitar dan pengguna jalan.

“Kalau kita lihat dalam pengerjaan proyek RSUD itu pihak Kontraktor tidak mengunakan jaring pengaman polusi atau kedap polusi agar debu itu tidak berterbangan ke mana-mana. Itu tidak dipasang. Selain itu hampir separo jalan itu digunakan untuk parkir motor, sehingga sering mengakibatkan kemacetan dan mengganggu penguna jalan lainnya,” tegas Dwi.

Dwi menambahkan, di sekitaran proyek RSUD Kalideres itu juga banyak sekolah yang setiap harinya ada kegiatan belajar dan mengajar yang juga merasa terganggu dengan kegiatan pembangunan itu.

“Jangan karena mengedepankan kepentingan pribadi untuk mencapai target waktu harus mengorbankan kepentingan sosial lainnya. Kita mendukung adanya pembangunan itu, tapi pihak pelaksana juga harus berlaku adil terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya

Dwi juga meminta Pemprov DKI Jakarta terutama Dinas Kesehatan untuk segera mengevaluasi kinerja kontraktor yang dinilainya tidak profesional dan mengabaikan kepentingan masyarakat. [Red]

To Top