EkBis

Berkelas dan Laku Keras di Pasaran, Ternyata Ini Strategi Marketing Apple

Ilustrasi strategi marketing iPhone (Unsplash/@danielromero)

VoIR Indonesia, Jakarta | Produk-produk keluaran Apple menjadi idaman para pengguna gadget hingga saat ini.

Salah satunya produk smartphone iPhone yang selalu diburu banyak orang, dari anak muda hingga orang tua.

Kenapa iPhone diminati banyak orang tidak terlepas dari strategi marketing Apple itu sendiri.  

Harga produk Apple dijual dengan harga lumayan tinggi, seperti iPhone, iPad, iMac, Macbook, hingga Apple Watch.

Namun semua produknya selalu laris di pasaran meski harganya selangit. Orang-orang rela merogoh kocek yang dalam demi bisa memiliki gadget berlogo buah apel ini. 

Ada banyak alasan mengapa orang-orang kepincut untuk membeli iPhone. Beberapa orang mengatakan memilih membeli iPhone karena inovasi dan kecanggihan teknologinya, fiturnya sangat membantu buat bekerja, tingkat keamanan tinggi.

 Namun ada juga yang membeli iPhone untuk meningkatkan value diri atau agar dipandang elit. 

Dari banyaknya alasan-alasan itu semua, kunci kesuksesan Apple menjual produknya ada pada strategi marketingnya.

Apple berhasil membuat strategi yang ciamik sehingga mempengaruhi orang tertarik untuk membeli produknya. 

Strategi Marketing Apple

Marketing atau strategi penjualan menjadi salah satu penentu kesuksesan bisnis.

Steve Job, pendiri Apple, sangat memperhatikan dan mengutamakan hal ini. Dia pun berhasil menerapkan strategi marketing yang brilian, sehingga penjualan Apple laku keras. 

Ada beberapa strategi marketing Apple yang diterapkan sejak masa Steve Job, hingga sekarang dikepalai oleh Tim Cook sebagai Chief Executive Officer. Anda sebagai pemilik bisnis bisa meniru strategi yang dilakukan Apple.

Menawarkan Value dan Keunikan

Apple tidak pernah bermain di harga pasaran, seperti pabrikan-parbikan gagdet yang lain. Apple berani menaruh harga tinggi dengan menawarkan value dan keunikan produknya. 

Fokus pada value dan keunikan brand-nya menjadi strategi yang dilakukan oleh Apple.

Strategi ini pun terbukti berhasil mengambil tempat di hati pengguna gadget. Apple menanam value dalam brandnya melalui kualitas produknya. Mulai dari desain, fitur, dan sistem teknologi di dalamnya. 

Sementara itu, keunikan Apple ditawarkan dalam desainnya yang elegan dan preium, disertai logo apel digigit, juga pada pengoperasian gadgetnya. Hal-hal inilah yang membuat produk Apple dinilai mewah dan berkelas. 

Selalu Berinovasi

Salah satu kunci kesuksesan Apple adalah inovasi.

Apple terbukti terus menciptakan inovasi dengan meluncurkan produk-produk terbarunya. Dengan misi ingin menjawab kebutuhan pelangga, Apple pun berupaya selalu mengadirkan inovasi-inovasi baru tersebut. 

Baca Juga:  Kasus Pencurian HP di Bandara Ngurah Rai, Tersangka: Saya Diperlakukan dengan Sangat Baik

Beberapa contoh inovasinya, di antaranya menciptakan iMac untuk memperbarui model komputer lawas, menciptakan iPod, lalu iPhone, dan iPad.

Inovasi tersebut menawarkan gebrakan baru dalam dunia teknologi gadget. Terbaru Apple resmi merilis seri produk iPhone 14, di antaranya iPhone 14, iPhone 14 plus, iPhone 14 pro, iPhone 14 pro max.

Branding yang Berkelas

Apple menyadari branding menjadi elemen yang penting dalam membangun bisnis. Ia pun menerapkan strategi branding yang berkelas pada brandnya.

Apple mengenalkan dirinya sebagai produksen gadget berteknologi canggih dan sangat user friendly. 

Apple melakukan branding sebagai produk gadget berteknologi canggih, namun produknya sederhana dan penggunaanya sangat efisiensi. Hal inilah yang kemudian teringat oleh orang-orang ketika mendengar nama Apple. 

Tidak lupa Apple juga menanamkan kepercayaan dan mempengaruhi pelanggan menggunakan kekuatan copywriting.

Apple memiliki sloga “Think Different” artinya berbeda dari yang lain. Apple hadir sebagai brand yang berani berbeda dari kompetitor dan memiliki segmen penggunan tersendiri. 

Membangun Product centric dan User Experience

Apple mempunyai keunikan dalam cara menawarkan produknya kepada pelanggan. Apple menciptakan saling keterhubungan antar gadget dan atributnya, sehingga tidak bisa digunakan dengan produk dari brand lain. 

Product centric yang dibangun oleh Apple contohnya, iPhone tidak bisa memakai earphone dari merek lain.

Pengguna iPhone harus menggunakan earphone ori dari brand Apple. Hal ini juga diterapkan dalam atribut chargernya. 

Selain itu, Apple juga selalu berusaha menciptakan pengalaman yang berkesan di tangan penggunanya.

Ketika pelanggan sudah merasa nyaman dengan iPhone, maka merak akan sulit untuk berpindah ke produk lain. 

Caranya, Apple berusaha penggunanya merasa nyaman saat memakai produknya. Ia ingin penggunanya merasa lebih efisien, praktis, dan ekskulsif saat memakai gadget dari Apple.

Sistem yang ada pada produk Apple dapat mudah terintegrasi dengan gadget-gadget lain dari brand ini. 

Itulah beberapa strategi marketing yang dijalankan oleh Apple. Strategi ini bisa menjadi panduan bagi pemilik bisnis untuk membuat bisnisnya berkembang dan maju.

Jangan lupa untuk konsisten dan selalu mendengar pelanggan. [Red]

To Top