Properti

Catat! 3 Tahapan Membangun Rumah Tumbuh

Ilustrasi rumah tumbuh (Foto: Internet)

VoIR Indonesia, Jakarta | Jika Anda berniat membangun tempat dengan dana terbatas, sebaiknya pilih desain atau konsep rumah tumbuh. 

Rumah tumbuh atau yang biasa disebut dengan growing house adalah istilah untuk pembangunan rumah yang dilakukan secara bertahap dan terencana sesuai dengan dana yang tersedia. 
 
Project Coordinator Pinhome Teodorus Indra Satriantoro menjelaskan kriteria utama dari rumah tumbuh adalah memiliki sisa lahan yang bisa dibangun baik secara horizontal maupun vertikal. 
 
Jika lahan atau tanah yang dimiliki luas, rumah tumbuh dapat dibangun secara horizontal. Setidaknya, pemilik rumah memerlukan lahan dua kali luas bangunan awal untuk bisa mengadopsi rumah tumbuh horizontal. 

Sedangkan tipe growing house vertikal cocok diperuntukkan bagi pemilik rumah yang memiliki luas lahan terbatas yaitu tumbuh bertingkat.
 
Ada beberapa tips yang dapat diaplikasikan sebelum memulai pembangunan rumah. Tahapan yang harus dilakukan ketika berencana membangun rumah tumbuh adalah sebagai berikut

1. Menentukan arah perluasan rumah tumbuh

Pastinya pemilik rumah harus menentukan terlebih dahulu arah pembangunan rumah tumbuh sedari awal, apakah akan dibangun secara vertikal atau horizontal. 

Baca Juga:  Tiga Provinsi Ini Warganya Banyak Tinggal di Rumah Layak Huni

2. Membuat rencana anggaran bangunan secara detail

Pemilik rumah harus membuat rencana anggaran pembangunan secara detail dengan mempersiapkan dana yang dibutuhkan, supaya pembangunan berjalan sesuai rencana dan menghindari over budget.

3. Menentukan skala prioritas ruangan yang ingin dibangun

“Skala prioritas yang dimaksud adalah jumlah ruangan, ruangan apa saja, ke depannya mau seperti apa,” kata Indra dikutip dari medcom.id.

Interior Design Expert Pinhome Shania Tahir menambahkan beberapa tips yang harus diketahui sebelum membangun rumah tumbuh yakni bertemu dengan expertise dalam perencanaan pembangunan rumah seperti arsitek, kontraktor atau konsultan sipil dan interior desainer, serta merencanakan waktu pembangunannya.
 
“Baiknya semisal, mau mulai bangun rumah 2013 dan bujet yang dimiliki hanya untuk satu kamar, namun ada gambaran untuk melanjutkan pembangunan di 2020 dan penambahan sebanyak dua kamar, rencana ini harus disampaikan ke arsitek supaya bisa direncanakan layout rumah idealnya seperti apa. Kalau mau rumah bertingkat, mau tingkat berapa juga harus disampaikan ke konsultan sipilnya supaya pondasinya diukur dan disesuaikan agar kuat,” kata Shania.  [Red]

To Top