Kesehatan

Mulai yang Sederhana, 21 Menit Jalan Kaki Bantu Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Ilustrasi jalan kaki (Foto: Internet)

VoIR Indonesia, Jakarta | Kesehatan fisik bisa diperoleh ketika mengikuti anjuran baik, salah satunya berjalan selama 21 menit yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 30 persen.

Menurut laporan studi tahun 2017 di Harvard Health, jalan kaki merupakan aktivitas sederhana yang menyehatkan.

Laporan studi dilansir HuffPost, menunjukkan bahwa jalan kaki terbukti mengurangi risiko diabetes dan kanker, menurunkan tekanan darah dan kolesterol, serta membuat Anda tetap tajam secara mental.

Ini berarti bahwa berjalan kaki adalah olahraga gratis, sederhana, dan enggak memerlukan peralatan yang bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.

“Berjalan kaki secara konisten merupakan bentuk olahraga yang bagus untuk mengurangi kematian akibat penyakit kardiovaskular… dan sering kali berkorelasi dengan kebiasaan serta perilaku sehat lainnya,” tegas Dr. Tamanna Singh, co-director pusat kardiologi olahraga di Cleveland Clinic.

Meskipun berjalan tidak menghabiskan energi, tetapi manfaatnya sama seperti lari interval. Jalan kaki juga bisa dilakukan oleh segala usia dengan berbagai latar belakang riwayat kesehatan untuk lebih meningkatkan kesehatannya.

Ini berarti jalan kaki bermanfaat bagi siapapun. Termasuk orang yang memiliki risiko kardiovaskular atau tidak sama sekali.

Sementara bagi yang mengalami tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes atau obesitas dapat menggunakan jalan kaki untuk mencapai tujuan kesehatan dan mencegah stroke atau serangan jantung di masa depan, tambah Singh.

Baca Juga:  Ditemui Presiden Jokowi, Elon Musk: Saya akan ke Indonesia Bulan November

Berjalan kaki kira-kira selama 21 menit, merupakan cara berbaik. Tetapi berjalan kaki dengan waktu kurang dari waktu tersebut dan dilakukan setiap hari, akan tetap bermanfaat. Dengan berjalan kaki, meski di sekitar rumah, dapat memotong waktu duduk Anda.

“Bukannya kursi itu jahat, tetapi duduk benar-benar buruk untuk Anda,” tutur profesor biologi evolusi di Harvard, Dan Lieberman.

Singh menyarankan, jika tak ada motivasi untuk berjalan kaki. Cobalah untuk jalan-jalan bersama teman.

Dengan begitu, Anda bisa menciptakan akuntabilitas Anda dan teman dalam berjala kaki. Selain itu, banyak cara untuk meningkatkan motivasi berjalan kaki.

Kalau Anda suka jalan kaki sendirian atau tak bersama teman, bisa diiringi podcast, musik, atau audio book.

Untuk memulai jalan kaki bertujuan kesehatan jantung, mulailah dari yang kecil.

Tugaskan diri Anda dengan berjalan kaki selama satu menit sore nanti.

Atau lakukan rutinitas berjalan kaki selama 10 menit sebelum memasuki ruang kerja. Setelah merasa siap, Anda bisa memasukkan intensitas berjalan yang berbeda.

Seperti perubahan kecepatan dan track yang lebih menantang. Paling penting, pesan Singh, pertahankan kebiasaan dan kebiasaan yang baik agar mendapatkan keuntungan besar pada kesehatan Anda. [Red]

To Top