Olahraga

“Brain Training” Teknik Pelatihan Modern Pesepak Bola

Penulis Oleh: Muhammad Ivan Miftahul Aziz, M.Pd (Dosen STKIP Mutiara Banten)

APA benar pelatihan otak membuat pesepak bola menjadi lebih baik ?

Dilihat dari materi yang diterapkan sekilas tampak seperti permainan yang dirancang untuk anak-anak seperti melempar, menagkap bola dan berkomunikasi satu sama lainnya.

Tetapi menurut pelatih Southampton FC salah satu klub kasta tertinggi liga inggris yang dikutip dari The Guardian mengatakan “teknik pelatihan otak adalah senjata baru untuk memerangi kehidupan sosial modern yang merusak permainan”.

Para atlet termasuk pesepak bola muda tak pernah lepas dari handphone dan sosial media mereka sehingga mereka tidak saling berbicara satu sama lainnya dalam sebuah tim, kurang nya konsentrasi dan komunikasi antar pemain mempengaruhi kualitas permainan, teknik ini secara kognitif dapat mengatasi hal tersebut.

Dilansir The Guardian, Horst Lutz pendiri Life Kinetik dari Jerman, mengatakan teknik ini bertujuan untuk membuat otak lebih tajam melalui latihan yang menguji keterampilan fisik, kognitif dan persepsi.

Dalam satu latihan, peserta harus melemparkan bola kepada pasangan mereka dan, pada saat yang sama, meneriakkan tangan mana yang mereka inginkan untuk ditangkap. Sementara itu, pasangan mereka harus melangkah maju dengan kaki yang berlawanan untuk menangkapnya.

Inti dari pelatihan ini adalah menggabungkan pelatihan aktivitas fisik (koordinasi, kelincahan, keseimbangan), tugas kognisi (konsentrasi, fokus, persepsi) dan pelatihan visualisasi.

Gerakan-gerakannya dapat merangsang seluruh bagian otak secara bersamaan karena sebagian besar gerakan adalah multi-tasking artinya melibatkan seluruh bagian dari tubuh dan merangsang kerjasama setiap bagian otak, selain itu gerakan-gerakan dalam pelatihan otakdapat merangsang sel otak untuk dapat menciptakan percabangan yang baru bahkan membentuk sel otak (neuron) yang baru yang disebabkan oleh rangsangan otak terhadap tugas gerakan yang baru.

Baca Juga:  Tiket Formula E Resmi Dijual 1 Mei 2022, Ini Rinciannya

Lutz juga mengatakan pelatihan otak adalah pelatihan desain yang menyenangkan, aktif dan ilmiah yang membantu kita menjadi lebih dekat untuk merelaksasi kapasitas sebenarnya yang dimiliki otak kita. Prinsipnya sederhana, memperkenalkan gerakan aktif sementara pada saat yang sama menggerakkan otak.

Di negara asal teknik ini lahir yaitu Jerman, teknik ini sudah diterapkan di beberapa klub sepak bola seperti Hamburg SV, Borussia Dortmund, timnas sepak bola jerman, timnas bola voli Jerman, timnas hoki Jerman bahkan sampai pada tingkatan pendidikan formal (sekolah).

Jurgen klop, pria asal Jerman sekaligus mantan pelatih Borussia Dortmund membawa teknik ini ke inggris pada saat melatih di liverpool FC, dia mengatakan kepada This Is Anfield bahwa “Untuk pemain sepak bola, fokus utamanya adalah kecepatan reaksi dan membuat lebih sedikit kesalahan.

Kiper Bayern Munich, Manuel Neuer menekankan manfaatnya pada koordinasi mata-tangan “Pelatihan ini menggabungkan latihan koordinasi dengan pelatihan persepsi visual,” ungkapnya kepada This Is Anfield  “Ketika mata tidak bekerja dengan sempurna, terutama dalam situasi yang sulit, sangat sulit untuk merespons dengan benar.”

Di Amerika pelatihan ini sudah mulai diterapkan di beberapa klub basket NBA dan beberapa klub American Football NFL, bahkan pemain atau atlet secara pribadi melakukannya sendiri.

Referensi

Hötting, K., & Röder, B. (2013). Beneficial effects of physical exercise on neuroplasticity and cognition. Neuroscience and Biobehavioral Reviews, 37(9), 2243–2257. https://doi.org/10.1016/j.neubiorev.2013.04.005

Johann, V. E., Stenger, K., Kersten, S., & Karbach, J. (2016). Effects of motor-cognitive

coordination training and cardiovascular training on motor coordination and cognitive

functions. Psychology of Sport and Exercise, 24, 118–127.

Lutz, H. (2015). D i e W i s s e n s c h a f t u n d ®, (August), 1–12. [*]

To Top