Olahraga

Olahraga Membantu Menjaga Kesehatan Otak

Penulis Oleh: Muhammad Ivan Miftahul Aziz, M.Pd

“KITA semua pasti sudah tahu bahwa berolahraga diperlukan untuk menjaga kebugaran tubuh, memiliki postur badan yang ideal, dan meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah timbulnya penyakit. Namun, kita juga perlu tahu bahwa olahraga juga dapat membantu meningkatkan dan mempertahankan kemampuan anda dalam berpikir, mengingat dan berkonsentrasi.”

Aktivitas fisik tidak lepas dalam kehidupan manusia, mencakup semua jenis kegiatan seperti pekerjaan rumah tangga, bersepeda, berbelanja, berolahraga dan kegiatan lain dari kehidupan sehari-hari atau kegiatan rekreasi lainnya.

Olahraga merupakan aktivitas fisik yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh serta membuat badan lebih sehat dan berotot. Tetapi manfaat olahraga bukan hanya itu, ternyata berolahraga juga bisa meningkatkan daya pikir, bahkan bisa membuat kita pintar.

Olahraga memiliki banyak manfaat, ini berlaku untuk orang-orang dari segala usia, segala ras dan jenis kelamin.

Tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi selalu dikaitkan dengan manfaat terhadap kesehatan baik dalam jangka waktu yang singkat maupun jangka waktu yang panjang di seluruh rentang kehidupan manusia.

Olahraga ringan dan tingkat kebugaran seseorang juga selalu berhubungan dengan kesehatan fungsional otak yang biasanya menurun seiring bertambahnya usia dan timbulnya penyakit.

Penelitian American Academy of Neurology menjelaskan, orang yang sering olahraga, memiliki kemampuan kognitif lebih baik ketimbang yang tidak sama sekali.

Baca Juga:  Satnarkoba Polres Bengkayang Gerebek Diduga Pengedar Sabu di Bukit Taruna

Dalam upaya untuk mempertahankan fungsi otak yang baik dapat dilakukan dengan memberikan otak dengan aktivitas yang kaya akan stimulasi dan rangsangan seperti belajar, membaca, merasakan, melihat dan proses mental lainya dan upaya lain seperti melakukan aktifitas fisik, olahraga, dan gerak.

Menurut para peneliti dari National Institutes of Health yang dilakukan pada tahun 2018 menjelaskan bahwa Orang dewasa yang aktif secara fisik berisiko lebih rendah untuk mengalami depresi dan penurunan fungsi kognitif (fungsional otak) seiring bertambahnya usia bahkan anak-anak dan remaja yang aktif secara fisik mungkin memiliki lebih sedikit mengalami gejala gangguan mental dibandingkan teman teman sebayanya yang tidak aktif secara fisik.

Horst Lutz seorang peneliti dari jerman mengembangkan aktifitas fisik yang mampu merangsang, meningkatkan kemampuan fungsional otak sekaligus mampu untuk merelaksasi otak.

Aktifitas yang didesai desain aktif dan menyenangkan, dengan prinsip aktivitasnya sederhana, memperkenalkan gerakan aktif sementara pada saat yang sama menggerakkan otak.

Maka dari itu ayo kita memulai olahraga, mungkin jika baru memulai tentu akan terasa berat bagi tubuh. Namun, bila kita menjalaninya dengan rutin, bukannya merasa berat, kita bisa merasa makin terpacu untuk terus melakukannya. [*]

To Top