Nusantara

Aksi Demo Ribuan Karyawan PT WHW Ketapang Tuntut Manajemen Buka Lockdown Perusahaan

Ribuan Karyawan PT WHW Ketapang Tuntut Manajemen Buka Lockdown Perusahaan

VoIR Indonesia, Ketapang | Sebanyak 1.800 karyawan PT WHW yang terletak di Kecamatan Kendawangan, Kalimantan Barat melakukan aksi demo menuntut agar pihak manajemen segera membuka lockdown perusahaan, Jumat (7/1/2022).

Dalam aksi demo yang dilakukan di depan kantor itu, dijaga sejumlah apparat demi tertibnya demo.

Aksi demo karyawan itu terkait dengan lockdown Covid-19 yang diduga hingga kini belum dibuka. Mereka menuntut agar lockdown segera dibuka sehingga mereka dapat kembali bekerja seperti biasa.

Karyawan yang berdemo juga menyampaikan bahwa pihak manajemen perusahaan akan membuka kembali lockdown jika karyawan sudah tervaksin 100 persen, padahal sampai sekarang belum dibuka.

“Kami merasa dibohongi manajemen, pasalnya karyawan sudah semua divaksin dan sampai sekarang lockdown belum dibuka,” ujar pendemo yang tidak bersedia namanya disebut.

Sementara itu, Uti Ilmu Royen selaku Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Kalbar mengatakan bahwa kebijakan lockdown oleh pihak manajemen PT WHW semata-mata bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di lingkungan kerja perusahaan.

Baca Juga:  Covid-19 Merubah Budaya

Uti menambahkan perberlakuan lockdown juga sesuai dengan Surat Edaran Bupati terkait PPKM dan Prokes, dimana dikatakan dalam huruf D, apabila dalam suatu perusahaan terdapat klaster  penyebaran Covid-19 maka perusahaan itu akan ditutup selama 5 hari.

Uti juga mengatakan pihak PT WHW memang sudah merencanakan pembukaan lockdown sekitar akhir bulan Februari 2022 mendatang.

Namun, kata Uti, karena sudah hampir dua tahun para pekerja ini terbatas ruang geraknya karena lockdown, termasuk belum adanya kesepatakan mereka selama ini dengan pihak menejemen membuat aksi demo dilakukan.

Sampai berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari menajemen PT WHW terkait aksi demo yang dilakukan ribuan karyawan itu. [Raden Asmun]

To Top