Politik

Cornelis Minta DAD Sambas Lakukan Pembinaan Ormas dan Sejalan dengan Pemerintah

Drs Cornelis, Anggota DPR RI

VoIR Indonesia, Sambas | Dalam rangka kunjungan kerja reses perseorangan masa persidangan III tahun sidang 2021-2022, anggota DPR RI Komisi II, Badan Anggaran dan Tim pengawas DPR RI Bidang Pengawasan Perbatasan Fraksi PDI Perjuangan Dapil Kalimantan Barat 1 Drs Cornelis, MH mengadakan pertemuan dengan Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sambas.

Dalam pertemuan itu, Cornelis menyampaikan agar DAD melakukan pembinaan dan arahan untuk para anggota ke depan, termasuk membina organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang ada.

Kegiatan yang diadakan di Aula Hotel Pantura Sambas itu diikuti oleh pengurus DAD Kabupaten Sambas sebanyak 20 orang, Selasa (4/1/2022) sore.

Dalam kesempatan ini Cornelis menyampikan bahwa dasar hukum organisasi itu adalah Undang-Undang, jadi kita diperbolehkan membuat organisasi, tetapi organisasi itu juga harus punya anggaran dasar dan rumah tangga dan terdaftar di Kesbangpol pemerintah daerah, bila izinnya dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM sehingga ormas itu baru diakui oleh negara.

“Sejalan dengan persoalan DAD Kabupaten Sambas, pembinaan yang harus dilakukan dari kecamatan sampai ke desa-desa dan bagaimana membina masyarakat kita ini supaya bisa mempertahankan kebudayaannya yang positif, yang tidak bertentangan dengan UU 1945, tidak bertentangan dengan Pancasila, tidak bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara,” tukas Cornelis.

Sekarang ini, sambung Cornelis, banyak muncul organisasi kemasyarakatan. Hal ini lah yang harus dibina sebaik mungkin, jangan sampai menjadi pengganggu dan sekarang ini di Sambas layangkan pengajuan, pengaduan dari orang, bahwa ada yang menganggu orang-orang yang berinvestasi.

Tanpa ada yang berinvestasi kita juga tidak bisa apa-apa, investasi itu adalah modal, dengan modal ini kita dapat menggunakannya, bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat, untuk kebangkitan negara dan bangsa ini, untuk menambah pajak dan sebagainya.

Baca Juga:  Sekjen GEKIRA: Menjadi Menteri Jokowi, Prabowo Hadirkan Optimisme

“Jadi tidak bisa lagi kita itu berjalan sendiri, tidak bisa lagi kita itu mengasingkan diri seperti zaman dahulu, kalau dulu kita dikejar orang, kita lari ke hutan lain, tetapi sekarang tidak bisa, jadi kita harus siap bercampur dengan siapa pun dan diri kita mampu bersaing dengan mereka. Saya mengingatkan supaya kita mampu membina masyarakat adat kita, sekarang masih ada kesempatan untuk menangani persoalan-persoalan yang ada, jangan kita melanggar hukum, jangan kita melanggar aturan, kalau ada persoalan kita bicarakan dengan baik dan diselesaikan dengan baik,” ujar Cornelis.

Cornelis menyampaikan bahwa dirinya bersama dengan Bupati Sambas dan jajaranya, telah  berdiskusi atau bicarakan tentang peran DAD untuk pemerintah daerah setempat, maka dari itu agar ke depanya DAD ini dibangunkan Rumah Adat.

Dengan demikian DAD harus sejalan dengan pemerintah dan tidak untuk menutup diri lagi.

“Sekarang ini kita masih menghadapi pandemi Covid-19, masyarakat kita harus diajarkan untuk menghadapi itu semua, untuk mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan, kalau tidak perlu jangan keluar dan sekarang vaksinasi, jangan tidak mau divaksin. nah itu lah tujuan kita sekarang agar menyampaikan informasi kepada masyarakat kita, sehingga mereka dapat melewati pandemi ini dengan baik dan sehat,” tutup Cornelis. [Raden Asmun]

To Top