Hukum

Gadis 16 Tahun di Ketapang Jadi Budak Seks Ayah Kandung Selama 6 Tahun

AS, pelaku yang juga ayah kandung ISM (Foto: Istimewa)

VoIR Indonesia, Ketapang | Seorang ayah mustinya menjaga dan melindungi ISM, gadis 16 tahun yang tak lain anak kandungnya, namun tidak demikian dengan AS.

AS (50), ayah kandung ISM justru memperlakukannya jadi budak seks selama 6 tahun.

AS sendiri tercatat sebagai karyawan di salah satu perkebunan kelapa sawit di Desa Air Merah, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.

Selama kurang lebih 6 tahun, ISM menjadi korban hawa nafsu bejad sorang ayah kandung AS.

Kepala Satpam PT BGA, perusahaan tempat AS bekerja langsung melaporkan kejadian ini kepada Polres Ketapang. Usai menerima laporan, AS pun langsung diamankan untuk kasus pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri, Selasa (25/12/2021) lalu.

AS, warga dari Kabupaten Sanggau, seharinya bekerja sebagai karyawan perusahaan kelapa sawit PT BGA itu diamankan di Perumahan Karyawan PT BGA.

Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana melalui Kasat Reskrim AKP Primastya menerangkan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap korban, ISM, terungkap bahwa korban pertama kali dicabuli pada medio 2015 lalu saat korban masih berumur 10 tahun.

“Dari keterangannya, korban mengakui, pertama kali dicabuli ayah kandungnya pada sekitaran tahun 2015 dan perbuatan ini terus berulang sampai tahun 2021 ini,” ujar Primastya.

Ditambahkan Primastya, perbuatan bejad AS dilakukan pertama kalinya di perumahan karyawan PT BGA dimana saat kejadian, ibu kandung korban pergi bekerja sebagai karyawan di perusahaan tersebut.

Baca Juga:  Oknum Sekdis di Jajaran Pemkab Asahan Diamankan Polisi Saat Asyik Nyabu dengan Teman

“Pelaku yang hanya berdua dengan korban di rumah, langsung melampiaskan nafsu bejadnya dengan mencabuli anak kandungnya sendiri. Korban yang ketakutan karena diancam ayahnya hanya tinggal diam mengalami peristiwa tersebut,” tambah Primastya.

Perbuatan bejad pelaku yang sudah berulang kali membuat korban trauma. Korban yang takut karena di bawah ancaman pelaku, tidak berani menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ibunya, dan pada hari minggu tanggal 23 Desember 2021, korban kabur ke rumah salah satu temannya di Kecamatan Kendawangan.

Melihat tingkah laku korban yang bingung dan ketakutan, orang tua teman korban menjadi curiga dan menanyakan kondisi korban, setelah didesak, korban yang masih dalam kondisi trauma akhirnya menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada keluarga temannya, dan setelah mengetahui kejadian tersebut, keluarga teman korban langsung melaporkan hal tersebut kepada Kepala Satpam perusahaan untuk selanjutnya dilaporkan ke Polres Ketapang.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan visum terhadap korban, kita mengamankan pelaku di Mapolres Ketapang untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Primastya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dengan Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun. [Raden Asmun]

To Top