Nusantara

PemKab Ketapang Diduga Keruk APBD Beli Mobil Dinas di Tengah Pandemi Covid-19

Kantor Bupati Ketapang

VoIR Indonesia, Ketapang | Pemkab Ketapang, Kalimantan Barat beserta jajaranya saat ini kompak membuat sensasi di tengah situasi pandemi Covid-19 level 3. Mereka membelanjakan uang APBD untuk membeli mobil dinas baru dan membangun kebun kelapa sawit.

Bersama dengan Bupati Martin Rantan yang bakal menunggangi mobil Jeep baru, Kadis Perhubungan (Dishub) Akia, Kadis PUPR Sukirno dan Kadis Tanakbun Sikat Gudag sedang memproses lima jenis kegiatan pengadaan barang dengan total anggaran APBD sebesar Rp 4 miliar lebih.

Anggaran belanja modal tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan atau APBD-P Tahun Anggaran 2021 yang disahkan bersama DPRD beberapa waktu lalu.

Dikutip dari mediaJapos.co, dari total keseluruhan anggaran Rp 4 miliar lebih lebih tersebut, sebesar Rp 3,5 miliar terinci masing-masing yakni untuk membeli mobil Jeep operasional Bupati Martin sebesar Rp 1,9 miliar di pos anggaran sekretariat daerah.

Kemudian pos anggaran Dishub sebesar Rp 1,1 miliar, pos anggaran dinas PUPR sebesar Rp 550 juta atau total Rp 1,650 miliar semuanya digunakan untuk membeli mobil dinas baru jenis Mitsubishi double gardan.

Baca Juga:  Sandal Milik Pendiri Apple Steve Jobs Laku Dilelang Rp 3,4 Miliar

Sedangkan dinas Tanakbun kebagian anggaran sebesar Rp 480 juta untuk belanja modal Pembangunan Pembibitan Kelapa Sawit di Kecamatan Matan Hilir Selatan, diperkirakan akan berlokasi di Sekitar Teluk Keluang.

Berdasarkan data dari LPSE Ketapang, Sabtu (04/12/2021), lima kegiatan tersebut proses pengadaanya dilakukan secara lelang pasca kualifikasi sistem gugur dengan penawaran harga terendah.

“Pengadaan kendaraan Jeep dinas untuk kepala daerah Kabupaten Ketapang, sebesar Rp 1,9 miliar. Pengadaan kendaraan dinas roda empat sebesar Rp 550 juta.

Dalam LPSE Ketapang tertulis secara detil tentang pengadaan mobil operasional double gardan sebesar Rp 550 juta. Pembangunan Pembibitan Kelapa Sawit Distanakbun di Kecamatan Matan Hilir Selatan sebesar Rp 480 juta dan belanja modal kendaraan dinas roda empat sebesar Rp 546 juta.

Lima jenis kegiatan pengadaan tersebut seperti menyakiti hati masyarakat Ketapang dimana keadaan infrastruktur baik dalam Kota Ketapang ataupun di wilayah kecamatan pedalaman masih buruk, tapi bupati beserta jajarannya menganggarkan APBD yang terkesan jauh dari kepentingan publik. [Raden Asmun]

To Top