Nusantara

Proyek Pembangunan Jembatan Sebatuan 2 Dusun II Kendawangan Terkesan Asal Jadi

Jembatan Sebatuan 2 Dusun II Kendawangan terkesan asal jadi (Foto: Istimewa)

VoIR Indonesia, Ketapang | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang telah mengeluarkan Surat Perintah Kerja (SPK) bernomor P/666/PPK A.APBD/DPUTR-B.602/VII/2021/13 Juli 2021 untuk Pekerjaan dan Kegiatan Pembangunan Jembatan Sebatuan 2.Dusun II Desa Sukadamai, Kecamatan Kendawangan.

Proyek tersebut bernilai Rp 189.182.000.00 dengan pelaksana kerja oleh CV Stabun Group. Waktu pelaksanaan 90 hari kalender dimulai sejak tanggal 13 Juli 2021 dan selesai pada tanggal 10 Oktober 2021. Sumber dana dari APBD Kabupaten Ketapang TA 2021.

Tisno, Kepala Desa Sukadamai mersasa kesal dengan pembangunan jembatan di desanya.

“Saya kurang puas dengan kontraktor pelaksana oleh CV Stabun Group yang beralamat di Jalan S Parman, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang ini,” kata Kade situ.

Kepala Desa itu menilai pekerjaan yang dilakukan tidak ada azas mamfaatnya dan hanya buang- buang APBD TA 2021 saja. Lihat saja gambar-gambar pekerjaannya. Demikian jawab Tisno dengan ketus melalui pesan WhatsApp kepada VoIR Indonesia, Selasa (30/11/2021).

Bangunan jembatan yang berada di desanya itu, lanjut Tisno sudah mengalami keretakan pada lining jembatan serta campuran semen-nya kurang bagus mengakibatkan jembatan sangat tidak layak dan tidak maksimal.

Baca Juga:  LSM Penjara Indonesia Depok Siap Awasi Pengelolaan Dana Kelurahan

Kekecewaan Tisno ini sudah dia sampaikan kepada perusahaan pelaksana kerja namun sampai saat ini belum ditanggapi. Bahkan, Tisno sempat bertanya kepada salah seorang pekerja jembatan tersebut dan hanya bisa menjawab “Saya cuma pekerja pak, itu proyek dari Dinas PU dan kontraktornya orang Ketapang.”

Tisno juga mengaku kurang puas dengan hasil kerja kontraktor dikarenakan tidak mengerti kualitas dan spesifikasi, serta mutu walau itu jenis rehap.

“Ada kemungkinan kontraktor atau perusahaan bersangkutan tidak ada pengalaman atau masih bau kencur,” jawabnya kesalnya.

Sementara itu, Budi (55), seorang warga Singkup yang melintas di jembatan itu sangat menyayangkan kinerja CV Stabun Group.

“Selain acak-acakan dan juga dinilai sangat merugikan masyarakat di Sebatuan 2 Dusun II, Desa Sukadamai Kecamatan Kendawangan,” kata Budi.

Budi menyampaikan mengapa pembangunan jembatan di dusun-nya tidak sebagus jembatan di daerah lain. Pembangunan jembatan di daerah lain semua punya cat yang bagus dan hasil kerjanya sangat rapi.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak CV Stabun Group dan pihak PU. [Raden Asmun]

To Top