Politik

Pilpres 2024, Magis Sufmi Dasco untuk Kemenangan Prabowo Subianto

Sekjen PP GEKIRA Nikson Silalahi serahkan SK PD pada acara pelantikan pengurus PD GEKIRA DKI Jakarta (Foto: Istimewa)

Oleh: Nikson Silalahi, ST, M.,IKom, Sekjen Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA)

VoIR Indonesia, Jakarta | Dalam sebuah pernyataannya, almarhum Gus Dur menyatakan bahwa Prabowo Subianto adalah satu sosok yang paling ikhlas kepada rakyat Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Gus Dur ketika menanggapi pertanyaan seorang pewawancara di sebuah acara stasiun televisi menyangkut figur calon presiden yang pada saat itu salah satunya adalah sosok Prabowo Subianto.

Sesungguhnya ucapan paling ikhlas terhadap rakyat Indonesia disematkan kepada sosok Prabowo Subianto cukup tepat mengingat beberapa kejadian yang ditunjukkannya membuktikan bahwa dirinya mengutamakan kepentingan keamanan/keutuhan NKRI di atas kepentingan pribadi/kelompoknya.

Satu peristiwa/kejadian paling fenomenal bagaimana sosok Jokowi yang dipilih dan didukungnya maksimal untuk menjadi Gubernur DKI menjadi lawannya di Pilpres 2014.

Hal yang sama terulang lagi di 2019 dan sejarah membuktikan ke-legowo-an seorang Prabowo Subianto demi keutuhan NKRI, dia bersedia bergabung menjadi anggota tim kabinet Presiden Jokowi.

Ini adalah puncak bukti patriotisme seorang Prabowo Subianto untuk memastikan NKRI yang dicintainya tetap utuh, aman dan kuat.

Sebagai pendukung Prabowo Subianto, saya memahami bahwa sosoknya memang lebih pas sebagai seorang patriot dibanding sebagai seorang politisi.

Dan ini adalah dilema besar yang mendasari tulisan ini saya buat.

Melewati Pemilu 2014 dan 2019 cukup untuk menjadi pelajaran agar seorang Prabowo Subianto keluar dari kurungan patriotisme-nya dalam menuju Pemilu/Pilpres 2024, tanpa itu sulit membayangkan beliau bisa menang.

Patriotisme murni seorang Prabowo Subianto akan menjadi kelemahan dalam memenangkan Pilpres 2024. Dan ini tentu akan dimanfaatkan maksimal oleh para kompetitor.

Nikson Silalahi, ST.,M.IKom

Keseharian Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) memang mendapatkan apresiasi dari banyak pihak karena dianggap dalam masa kepemimpinannya di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) saat ini menunjukkan aksi nyata luar biasa dalam perkuatan kekuatan TNI seperti pengadaan alutsista.

Yang menjadi soal adalah kita menginginkan jangan sampai seorang Prabowo terjebak atau dijebak untuk larut dalam tanggungjawab sebagai Menhan sehingga kalah langkah dalam persiapan menuju Pilpres 2024.

Beberapa waktu belakangan ini, kandidat yang digadang-gadang maju di Pilpres 2024 sudah bermunculan bahkan beberapa diantaranya sudah melakukan langkah-langkah nyata untuk menaikkan popularitasnya melalui konstruksi berita di media, sebar baliho dan lain-lain.

Sebagian besar masih malu-malu dan tidak mengakui bahwa langkah-langkah itu sepersetujuan dirinya tetapi ada juga yang terbuka mengakui sudah melakukan langkah-langkah menuju persiapan Pilpres 2024 seperti pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Terbuka, sembunyi-sembunyi, mengaku atau tidak; yang jelas beberapa kandidat sudah sedang melakukan langkah-langkah serius untuk memenangkan Pilpres 2024.

Bagaimana dengan Prabowo Subianto?

Baru-baru ini, beberapa DPD Partai GERINDRA sudah menyuarakan permintaan agar Prabowo Subianto bersedia lagi dicalonkan Partai sebagai Capres di Pemilu 2024; tetapi sampai saat ini jawaban pasti dari Prabowo Subianto belum diperdengarkan secara terbuka ke publik.

Pemilu/Pilpres sudah dekat; sudah saatnya seorang Prabowo Subianto bersama ring terdekatnya untuk melakukan langkah-langkah cepat dan strategis. Sekali lagi dalam pemahaman akan kepribadian sosok Prabowo Subianto yang seorang patriot tentu dia akan lebih fokus menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai Menhan dan patut diduga akan rikuh secara terbuka untuk memberikan pernyataan apalagi langkah-langkah terbuka menunjukkan keinginan dan keseriusannya sebagai calon presiden.

Hal inilah yang harus diatasi dengan memberikan kepercayaan penuh kepada seseorang yang punya kemampuan dan kemauan untuk memenangkan Prabowo Subianto menjadi Presiden di Pilpres 2024.

Sesungguhnya Prabowo Subianto mempunyai orang kepercayaan yang sangat memahami cara berpikirnya bahkan sangat bisa merealisasikan hal-hal yang sulit untuk dilakukan oleh Prabowo sendiri.

Keberadaan Ketua Harian Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang sangat dipercayai Prabowo Subianto; yang sudah terbukti piawai dalam membangun komunikasi dan negosiasi sudah saatnya diberi tugas untuk merangkul berbagai pihak untuk menjadi kawan koalisi.

Baca Juga:  Menimbang Prestasi dan Ekspektasi dari Nomor Urut Pilpres

Keberhasilan sosok Sufmi Dasco Ahmad dalam merajut hubungan Jokowi dan Prabowo Subianto pasca Pilpres 2019 yang sangat panas tentunya menjadi modal besar menuju perhelatan Pilpres 2024 sehubungan posisi Prabowo Subianto yang tidak mudah keluar dari pakem patriotismenya dengan full mengurus Kementerian Pertahanan sampai akhir masa tugas di kabinet.

Mengharapkan agar sosok Prabowo Subianto mengobah gayanya secara maksimal demi Pilpres 2024 tidaklah mudah, untuk itu solusi baiknya adalah memberdayakan maksimal sosok kepercayaannya yang memiliki daya magis Sufmi Dasco Ahmad agar diberi peran yang lebih luas dalam membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk membangun koalisi besar demi pemenangan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 dan memastikan Partai GERINDRA meraih lebih banyak lagi suara rakyat dibanding Pemilu 2019 lalu.

Kepiawaian Sufmi Dasco mewakili Prabowo Subianto dalam kapasitasnya sebagai Ketua Harian untuk mengkonsolidasikan kekuatan infrastruktur Partai GERINDRA sampai ke daerah-daerah tanpa kenal lelah dan kemampuan personalnya dalam membangun kerjasama dengan berbagai pihak lintas partai adalah kekuatan besar yang dimiliki Prabowo dan Partai GERINDRA itu sendiri.

Dalam posisi sebagai Ketua Harian Partai GERINDRA sekaligus sebagai Wakil Ketua DPR maka daya magis Sufmi Dasco Ahmad sebagai negosiator ulung tentu akan semakin berlipat ganda dibandingkan sebelumnya.

Pilpres 2014 dan 2019 sudah cukup menjadi bahan pembelajaran dalam menghadapi Pilpres 2024.

Serangan-serangan yang diterima Prabowo Subianto dalam kontestasi Pemilu itu harus diantisipasi cepat; tuduhan pelanggar HAM pada Pilpres 2014 dan tuduhan mau mendirikan negara khilafah pada Pilpres 2019 tidak terbukti tetapi faktanya sangat merugikan sosok Prabowo Subianto dan pasangan.

Masuknya Prabowo Subianto dalam kabinet Presiden Jokowi tentu makin memastikan ke masyarakat luas bahwa stigma negatif yang dituduhkan pada kedua Pilpres itu sangat tidak tepat.

Jargon yang sering diucapkan oleh Prabowo Subianto bahwa seribu kawan terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak adalah prinsip dasar untuk membangun koalisi besar yang mendukung Prabowo Subianto sebagai capres dan menang di Pilpres 2024.

Alangkah baiknya sisa waktu ini dipergunakan maksimal untuk merajut hubungan dengan berbagai pihak dalam kesepahaman saling mengakomodir di pemerintahan baru.

Dengan mempertahankan ciri khas nya yang lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dengan fokus menjalankan tugas sebagai Menteri Pertahanan dan secara bersamaan memberikan peran yang lebih besar kepada sosok kepercayaannya Sufmi Dasco yang memiliki daya magis maka Prabowo Subianto tidak akan kalah langkah dengan para calon kompetitor yang saat ini sudah berlari kencang melakukan persiapan menyongsong Pilpres 2024.

Keseharian Sufmi Dasco sebagai pimpinan di DPR selain memudahkan membangun komunikasi lintas partai secara bersamaan juga menjadi kesempatan untuk mengakses berbagai informasi dan isu yang lagi dibangun para calon kompetitor sehingga dapat diantisipasi ke depan.

Dalam melaksanakan tugas khusus ini rasanya tokoh Partai GERINDRA yang juga adek kandung Prabowo Subianto yakni Wakil Ketua Dewan Pembina Partai GERINDRA Hashim S. Djojohadikusumo adalah partner yang pas untuk teman duet Sufmi Dasco.

Selain ketokohan adek kandung Prabowo Subianto ini di internal Partai dan juga ke eksternal, tentunya pendampingan adek kandung sosok Prabowo Subianto ini akan menambah kekuatan daya magis Sufmi Dasco dalam konteks memberikan pesan yang jelas ke para pihak yang akan diajak berkoalisi bahwa mereka dwitunggal perwakilan seorang Prabowo Subianto.

Keberadaan sosok Hashim S. Djojohadikusumo yang non muslim juga sangat penting untuk mengambil peran khusus sebagai pembawa pesan kepada kalangan masyarakat yang non muslim khususnya kalangan Kristiani bahwa komunitas mereka telah terwakili di kubu Prabowo Subianto.

Tanpa mengurangi peran penting para pengurus Partai dan pengurus organisasi di bawah partai rasanya memaksimalkan kolaborasi/pembagian peran sosok Prabowo Subianto dan sosok Sufmi Dasco saat ini adalah modal luar biasa penting untuk memenangkan Prabowo Subianto di Pilpres 2024. [*]

To Top