Hukum

Pelapor Yahya Waloni Ungkap Kerap Dapat Intimidasi

Pdt Andreas Benaya Rehiary (baju biru), pelapor tersangka dugaan penistaan agama Yahya Waloni (Foto: VoIR Indonesia)

JAKARTA | Pdt Andreas Benaya Rehiary, S.Th, pelapor tersangka dugaan penistaan agama Yahya Waloni mengungkapkan kerap mendapat intimidasi dari orang-orang yang dianggap mendukung tersangka.

“Ya saya kerap diintimidasi. Ya misalnya di mension saya di instagram, di tag di facebook atau di inbox di messenger facebook,” ungkap Pdt Andreas di Jakarta, Sabtu (02/10/2021).

Pdt Andreas mengatakan intimidasi yang ditujukan ke dirinya itu berasal dari kelompok yang dianggap mendukung Yahya Waloni selama ini sebagai kelompok kadrun.

Ia sendiri tidak terlalu pusing menanggapi intimidasi-intimidasi tersebut.

“Saya santai saja dan tidak terlalu menanggapinya. Saya kembali seperti yang tertulis di Bible bahwa mati adalah untung, hidup untuk Kristus,” jawab Pdt Andreas dengan santai.

Baca Juga:  Kejaksaan Negeri Jakbar Musnahkan Barang Bukti Perkara Pidana Yang Telah Inkracht

Pdt Andreas menyampaikan alasan melaporkan Yahya Waloni kepada pihak kepolisian karena kita di Indonesia yang hidup dengan aturan nilai-nilai kebangsaan yang kita sebut konstitusi dan disahkan oleh pemerintah.

Nah, ketika ada orang yang berusaha mengobok-obok konstitusi tersebut, berarti kata dia orang itu sama saja melawan pemerintah.

“Kurang lebih seperti itu logika kenapa saya melaporkan Yahya Waloni,” tegas dia.

Alasan lainnya melaporkan Yahya Waloni adalah berdasarkan hukum kasih (barangsiapa yang kukasihi, ia akan ku tegur dan kuajar).

“Ini manifestasi hukum kasih saya kepada beliau dengan melaporkannya agar dapat dipertanggungjawabkan di depan hukum apakah dia benar atau salah,” tutupnya. [Tio]

To Top