Nusantara

Sekjen GEKIRA Sebut Pernyataan Ketum PGI Terkait Polemik KPK Harus Disikapi Positif

NIkson Silalahi, Sekjen Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) - Foto (Istimewa)

JAKARTA – Pernyataan Ketua Umum Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Pdt Gomar Gultom untuk menanggapi polemik penonaktifkan 75 pegawai KPK dalam konferensi pers kepada media pada Jumat (28/5/2021) lalu memunculkan banyak kecaman, terutama di kalangan komunitas Kristen.

PGI dianggap mencampuri urusan yang bukan menjadi ‘urusan pokok’ gereja. Sayangnya sedemikian banyak yang mengecam, utamanya umat Kristiani terlihat sekali langsung fokus menyerang Ketua Umum PGI Pdt Gomar Gultom.

Hal ini mengusik keprihatinan Nikson Silalahi, Sekjen Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), organisasi sayap Partai Gerindra, yang juga umat Gereja HKBP.

Dalam perbincangan dengan redaksi VoIR Indonesia, Nikson Silalahi menyayangkan reaksi keras utamanya dari umat Kristiani kepada sikap yang ditunjukkan PGI.

“Sebaiknya dalam merespon suatu pernyataan sikap seperti ini apalagi yang sumbernya dari pimpinan umat yang kita hormati, baiknya kita awali dengan apresiasi baru mengkritisi,” kata Nikson di Jakarta, Minggu (30/5/2021).

Sikap apresiasi yang dimaksud Nikson itu adalah menghargai pemikiran yang disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap bangsa dalam hal ini keberadaan KPK, dan selanjutnya tindaklanjut mengkritisi dapat diawali dengan melakukan dialog dengan pembuat pernyataan, bukan secara searah langsung membuat suatu penilaian dan meresponnya dengan pernyataan pedas di berbagai media seperti di medsos yang berujung melahirkan polemik.

Apa yang dilakukan PGI menurut Nikson adalah tindakan nyata untuk mendukung agar KPK dapat menjalankan kinerjanya sesuai harapan bangsa ini, dan ini bukan sesuatu hal baru.

“Apa yang salah dengan permintaan Pendeta Gomar Gultom yang meminta agar Presiden Joko Widodo turun tangan untuk menyelamatkan kondisi KPK dari dugaan lagi mengalami upaya pelemahan yang terjadi saat ini?,” kata dia.

Baca Juga:  Prabowo Kukuhkan Pengurus Gerindra di HUT ke-13

“Bukankah dari awal pembentukan KPK sepenuhnya didukung oleh PGI, dan PGI juga telah bekerjasama dengan KPK dalam satu sikap melawan korupsi. Bahkan, pada masa berlangsungnya isu pelemahan KPK, sejak dulu PGI bersama dengan organisasi masyarakat sipil dan berbagai tokoh bangsa menunjukkan sikap kritis mendukung keberadaan KPK tetap teguh sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia,” imbuh Nikson.

Menurut Nikson, permintaan PGI kepada pemerintah harus dimaknai positif sebagai kontrol publik terhadap kebijakan yang diambil, sebagai bentuk partisipasi gereja dalam kehidupan kebangsaan.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi beberapa waktu lalu meminta hasil Test Wawasan Kebangsaan (TWK) tidak dijadikan alasan pemberhentian 75 orang pegawai KPK, namun pada kenyataannya proses pemberhentian terus berlangsung terhadap 51 pegawai dari antara mereka.

Hal ini dipertanyakan oleh PGI sebagai tindaklanjut dari pertemuan dengan perwakilan dari pegawai KPK yang tak lolos TWK di Kantor PGI, Jakarta, Jumat minggu lalu.

Pertemuan itu juga menurut Nikson adalah sesuatu yang wajar dan bukti kepedulian PGI terhadap KPK dan di sisi lain menunjukkan kepercayaan PGI kepada Presiden Joko Widodo bahwa beliau mau dan mampu untuk mempertahankan keberadaan KPK yang patut diduga lagi dilemahkan para pihak tertentu.

Saat negara kita lagi berjuang keras melawan pandemik Covid-19 dan krisis lainnya, Sekjen GEKIRA ini berharap kepada seluruh komponen bangsa utamanya umat Kristiani agar berhikmat dan selalu membawa kesejukan dalam merespon setiap fenomena yang terjadi.

“setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;” ungkap Nikson menutup pembicaraan dengan redaksi sambil mengutip nats dari Alkitab, Yakobus 1:19. (Tio)

To Top