Nusantara

Walikota Depok Larang Sekolah Tatap Muka Pada Semester Genap

Walikota Depok, Mohammad Idris. Foto (Rik)

VoIR Indonesia, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok secara tegas tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah. Hal itu terungkap dari terbitnya Surat Edaran (SE) terkait pembelajaran semester dua tahun 2021.

Pada SE Nomor 420/621-Huk/Disdik tentang Pembelajaran Semester Genap tahun Ajaran 2020/2021 menyebutkan, pelaksanakan pembelajaran pada semester genap dengan Belajar dari Rumah (BDR), di mulai pada 11 Januari 2021 hingga 25 Juni 2021.

“Pedoman pelaksanaannya akan ditetapkan dengan Peraturan Walikota,” ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris, Selasa (29/12/2020)

Pelaksanaan BDR, ungkapnya, dilaksanakan mulai pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB. Pelaksanaannya mulai Senin sampai dengan Jumat, pembelajaran disesuaikan dengan jadwal pelajaran di satuan pendidikan.

“Selama jam belajar siswa wajib berada di rumah,” tegasnya.

Idris memaparkan, kegiatan bakat minat siswa atau kegiatan ekstrakurikuler, dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran selesai. Jadwal akan diatur satuan pendidikan, serta selama kegiatan pembelajaran guru berada di satuan pendidikan masing-masing.

Baca Juga:  Hari Pers Nasional 2022, Ini 3 Pesan Jokowi

“Pembelajaran di setiap satuan pendidikan, agar dilaksanakan kegiatan belajar yang kreatif dan menyenangkan,” tukasnya.

Selama pembelajaran daring, menurutnya siswa dan guru mengenakan seragam sesuai ketentuan yang ditetapkan sekolah. Kepala sekolah atau guru, dapat melakukan kunjungan ke rumah, atau siswa dapat berkunjung ke sekolah secara perorangan maupun kelompok terbatas, bagi yang memerlukan pelayanan khusus, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Satuan pendidikan wajib memenuhi daftar periksa persiapan pembelajaran, sesuai dengan SKB empat menteri,” jelasnya.

Idris menekankan, guna menjaga kesehatan dan keselamatan bersama, harus dipastikan dalam melaksanakan BDR, tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Satuan Pendidikan, pendidik dan peserta didik, agar tidak menerima ajakan atau turut serta dalam kegiatan yang mengarah pada kekerasan dan anarkis, dari pihak yang tidak bertanggung jawab. (Rik)

To Top