Politik

6 Parpol Deklarasi Usung Pradi-Afifah di Pilwalkot Depok 2020

Pradi Supriyatna Calon Walikota Depok saat menyampaikan sambutan didampingi Calon Wakil Walikota Depok Afifah Aliyah, Kamis (3/9/2020). Foto (Dewi Sibarani)

VoIR Indonesia, Depok – Menjelang 1 hari dibukanya pendaftaran Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota 2020 yakni tanggal 4 September, 6 Partai Politik yang memiliki fraksi di DPRD Kota Depok, mengusung dan mendeklarasikan Pradi Supriyatna dan Afifah Aliyah sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Depok 2020-2025, kemarin siangi, Rabu (3/9/20) di rumah makan Betawi Ngoempoel, Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Kota Depok.

Dengan jargon “Benahi Depok Sekarang”, partai pengusung yang terdiri dari Partai Gerindra, PDIP, Golkar, PKB, PAN dan PSI yang menamakan diri Koalisi Depok Bangkit tersebut, mengaku bersatu mengusung Pradi-Afifah, guna membuat perubahan bagi Kota Depok, demi tercapainya keinginan masyarakat Depok yang sesungguhnya bukan lagi kepura-puraan yang telah dijalani oleh pemimpin Depok sekarang.

Selain partai pengusung, terdapat juga Partai pendukung yakni Koalisi Partai Non Parlemen (KPNP) seperti Partai Nasdem, Hanura, PBB, Perindo, PKPI dan Partai Garuda, ikut mendukung pencalonan Pradi-Afifah sebagai pemimpin Depok 2020-2025. Sejumlah Ormas pun ikut memberikan dukungan seperti Pemuda Pancasila, FBR, Forkabi, BPPKB Banten, DPD LPM, dan FPMM.

Nuroji, Ketua tim pemenangan Pradi-Afifah, yang juga merupakan anggota DPR RI dari Partai Gerindra merasa yakin dapat memenangkan pasangan tersebut dalam kontestasi Pilkada Depok 2020, dengan perolehan suara mencapai 65 persen.

Dalam sambutannya Nuroji menyampaikan, 6 Parpol yang tergabung dalam Koalisi Depok Bangkit, menginginkan terwujudnya harapan masyarakat Depok, dimana Depok menjadi tempat hidup berbagai golongan, ras, suku dan agama yang hidup berdampingan dan merasakan pembangunan secara merata.

“Pembangunan ada untuk semua warga, bukan untuk kelompoknya saja, seperti yang saat ini kita rasakan,” ujarnya.

Nuroji mengajak masyarakat membuka mata. Ia menilai selama 15 tahun masa terbuang dan pembagunan tersendat. Pembagunan Depok kalah dengan daerah tetangga yang lahir belakangan seperti Bekasi dan Tangsel, akibat adanya kepentingan kelompok pemimpin Depok sekarang.

Ia pun meminta masyarakat bersatu bersama Koalisi Depok Bangkit, kobarkan semangat untuk wujudkan pembangunan yang merata dan dirasakan oleh warga. Pasalnya, kita mencari pemimpin yang cerdas, mau mendengarkan kebutuhan warganya, pemimpin yang bisa menjadi pemimpin semua kelompok warga, bukan satu golongan.

“Kita satukan kekuatan dengan dukung Pradi-Afifah menjadi pemimpin kita, stop rezim lama,” pungkasnya.

Naskah deklarasi Koalisi Depok Bangkit mengusung Pradi-Afifah dibacakan oleh Wakil Ketua Tim Pemenangan Hendrik Tangke Allo yang merupakan Ketua PDI Perjuangan Kota Depok.

Baca Juga:  Kobalen Ingatkan Yusril Tentang Dukungan Ikhlas Gerindra Kepada Yuslih

Dalam naskah deklarasi itu, dikatakan selama 15 tahun, Depok menjadi kota tertinggal, penuh keburukan, macet, berantakan, sekolah negeri sedikit, sumpek dan berbagai macam persoalan lainnya.

Dalam naskah itu, tertulis bahwa program pemerintah yang ada sekarang hanyalah bualan semata.

“Smart City tapi masih banyak warga yang menerima pelayanan secara primitif, ratusan anak alami kekerasan seksual padahal Depok sebagai Kota Layak Anak, Kebudayaan sebagai penghias, Kota Depok sibuk kejar penghargaan, namun tidak bisa sembunyikan keburukannya,”  paparnya.

Tangke meyakinkan dengan Pradi-Afifah, semua itu akan dapat dirubah, seluruh persoalan di atas dapat teratasi.

“Saatnya untuk ganti semua, kita bersama untuk benahi Depok, terutama perbaikan birokrasi, infrastruktur, transportasi, pendidikan dan kesehatan,” lanjutnya.

Di akhir pembacaan naskah, Partai yang tergabung sebagai Koalisi Depok Bangkit, merasa cukup sudah pembangunan Kota Depok tersendat, maka di tahun 2020 ini, 6 partai bergabung dalam Koalisi Depok Bangkit mengusung Pradi-Afifah sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Depok 2020.

Calon Wakil Walikota dari PDI- P, Afifah Aliyah dalam sambutannya mengatakan selama jadi warga Depok, pembangunan Depok terakhir dilakukan pada 15 tahun yang lalu, yakni oleh Badrul Kamal, yakni pembuatan jalan Juanda, Rencana pembuatan Jalan Tol, pembangunan Fly Over.

“Jalan Juanda akan lanjut bila menang, sehingga warga Beji tidak mutar lagi untuk sampai ke Beji. Prioritas kami adalah pembangunan, Kesehatan dan Pendidikan, jadi fokus arah kebijakan kami,” ujarnya.

Pradi Supriyatna dari Partai Gerindra selalu Calon Walikota Depok berpasangan dengan Afifah, yang diusung oleh Koalisi Depok Bangkit menyampaikan, saat ini merupakan momentum tepat menangkap kompetensi, semua elemen masyarakat ingin perubahan.

“Cukup sudah saya belajar 4 tahun di pemerintahan sebagai orang kedua,” katanya.

Dengan dukungan begitu besar dari Parpol dan masyarakat, Pradi menyatakan siap dan terima kasih atas dukungan koalisi partai yang sebanyak enam partai di DPRD dan enam partai non parlemen, untuk maju menjadi Walikota Depok, berpasangan dengan Afifah.

“Tidak ada kata lain harus ada perubahan dan perlu kerja yang lebih keras untuk masyarakat Kota Depok. Insya Allah kami paslon Pradi–Afifah akan amanah, serta harus bisa melakukan perubahan kebijakan, yang selama ini ada bukan sebagai kota yang multikultural,” pungkasnya.

Siang ini, tanggal 4 September 2020, paslon Pradi-Afifah mendatangi KPU Depok untuk mendaftar sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok. (Rik)

To Top