Nusantara

Jurnalis Batak Ikut Berperan Membentuk Bangsa dan Negara Indonesia

Illustrasi. Foto (Liputan6.com)

VoIR Indonesia, Jakarta – Luar biasa jasa jurnalis etnis Batak dalam sejarah Indonesia dalam membentuk Bangsa dan Negara Republik Indonesia.

Demikian Robinson Togap Siagian salah satu pelaku sejarah pers reformasi, pendiri Dewan Pers saat memberikan pandangan pada acara Rapat Teknis Persiapan Deklarasi Forum Jurnalis Batak (FORJUBA), Jumat (31/7/2020) di PGC Jakarta.

Robinson mulai bercerita, Yezkiel Manulang, misalnya, adalah pendiri Surat Kabar Suara Batak. Beberapa kali dipenjarakan oleh Belanda karena memberitakan perlawanan rakyat, khusus tentang perampokan tanah adat untuk dijadikan konsesi perkebunan.

Surat Kabar Suara Batak itu terbit kembali dalam wajah baru segar, format lux bentuk tabloid di bawah asuhan Jasudin Panjaitan Pendiri Surat Kabar Harian Batak Pos serta Asdon Hutajulu mantan Wartawan SIB Medan berkantor di Universitas Mpu Tantular Jakarta.

Yezkiel Manullang yang juga Pelopor Pendiri Gereja HKI itu memiliki rival saingan berat Bintang Batak Siagian pendiri Hatopan Kristen Batak (HKB) cikal bakal Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) kader Misionaris Dr IL Nomensen memiliki terompet media massa Surat Kabar Bintang Batak.

Selain Yezkiel Manulang, ada Amir Syarifoedin Harahap warga HKBP Karnolong Jakarta dan Sanusi Pane mendirikan organisasi Jong Bataks Bond (JBB). Mereka menerbitkan Surat Kabar Jong Bataks Bond.

Para jurnalis Batak itulah kelak tercatat dalam sejarah arsitek pelaku sejarah suksesnya Kongres Sumpah Pemuda 28 Oktober.

Ada juga Prada Harahap Anggota Badan Persiapan Usaha Penyelidik Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), sebuah badan kekuasaan bentukan Pemerintahan Pendudukan Jepang. Dia dikenal pendiri Surat Kabar Pewarta Deli, Suara Tapanuli, dan lain sebagainya.

BPUPKI-lah yang merumuskan konstitusi dan bentuk negara ideologi Pancasila, serta Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang bertugas mensahkan UUD 1945, Pancasila serta Presiden RI dan Wakil Presiden RI pada 18 Agustus 1945.

Beberapa waktu kemudian, setelah Soekarno memproklamasikan berdirinya Negara Republik Indonesia, Adam Malik Batubara dan P Sipahutar mendirikan Kantor Berita Antara, kantor berita inilah yang menyebarluaskan naskah proklamasi ke seluruh dunia.

Mr Amir Syarifoedin Harahap yang kala itu menjabat Menteri Penerangan RI, Perdana Menteri RI Pertama Nasrani merangkap Menteri Pertahanan Dan Keamanan Rakyat mempercayakan Muchtar Lubis mendirikan Surat Kabar Harian Indonesia Raya.

Surat Kabar Indonesia Raya corong Partai Sosialis Rakyat itu mengundang amarah penguasa militer Orde Baru.

Selain Surat Kabar Indonesia dibreidel Soeharto, juga menghukum Muchtar Lubis ke penjara karena berani membongkar korupsi di BUMN Pertamina.

Selain tokoh pers nasional, pelaku sejarah pejuang, perintis kemerdekaan di Jakarta, terdapat sosok pejuang pers dan jurnalis Batak yakni Mohamad Said Ritonga Politikus PNI Pendiri Surat Kabar WASPADA, Dr GM Panggabean Anggota MPR RI dua priode pemilik Surat Kabar Sinar Indonesia Baru (SIB) terbitan Medan, juga M Lubis pendiri Surat Kabar PIKIRAN RAKYAT.

Dalam masa Orde Baru, banyak figur jurnalis Batak Charly Siahaan Pendiri Surat Kabar Sinar Pagi, Sofyan Lubis Harian Pagi Pos Kota, dan lain-lain.

Baca Juga:  Rumah Rusak di Pandeglang Akibat Gempa Bertambah Jadi 1.909 Unit

Sabam Siagian putra Domine Siagian pemilik Percetakan Sinar Kasih dan Surat Kabar Sinar Harapan  bersama sahabatnya Jacob Utama, pemegang saham membentuk Surat Kabar Berbahasa Jurnalis Inggris bernama Jakarta Post.

Sabam Siagian alumni Harvad University USA terkenal dalam sejarah pers nasional seorang jurnalis Batak yang memiliki reputasi kelas Internasional, pernah menjabat Duta Besar Australia.

Bukan saja wartawan Batak berstatus pria yang bisa tampil panggung pers kebangsaan.

Ada dua jurnalis perempuan Batak terbaik dikenal singa pengeritik pemerintah. Boru Siallagan penerbit Surat Kabar MingguabvInti Jaya beroplah 650.000 dan Rosalyna Siahaan pemilik Surat Kabar SANTANA.

Jenderal Soeharto Presiden RI dan Harmoko Menteri Penerangan RI sangat segan kepada kedua jurnalis Srikandi Batak tersebut.

Kedua perusahaan itu tak pernah dilakukan pembreidelan, sedangkan Sinar Pagi, SIB, Sinar Harapan sudah berulangkali ditutup penguasa Orde Baru.

Dalam masa reformasi, muncul generasi era digital, muncul beberapa jurnalis Batak; Robinson Togap Siagian Anggota Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Jakarta salah satu pelaku sejarah kedaulatan kemerdekaan pers, turut menumbangkan tirani pers otoriter rezim militer Orde Baru Soeharto (Orbato)

Dia bersama temannya, diantaranya Soeprapto Sirait Wartawan Surat Kabar Jayakarta, dan kawan-kawannya bersama parlemen merumuskan UU No 40 tentang Pers, Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI) disempurnakan kemudian Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta mendirikan Dewan Pers Independen yang baru dan beberapa regulasinya.

Robinson Togap Siagian mendirikan Kantor Berita Digital Pertama merek Kantor Berita Koran Indonesia Raya-Kantor Berita Korando disingkat KBK dan KDP TV  Unicorn serta SNI TV Streaming bersaing dengan Astaga.com dan Detik.com.

Hal itu diuraikan Robinson Togap Siagian pada pertemuan FORJUBA dengan maksud Anggota FORJUBA ikuti jejak senior yang berkualitas, berbobot.

Dia mengharapkan dalam acara Deklarasi FORJUBA dapat memperkenal 12 Foto Bingkai Figur Pers dan Jurnalis Batak dulu dan sekarang.

Panitia Seksi Tamu Deklarasi Forjuba dapat menampilkan foto-foto visual Tokoh Pers Jurnalis Batak berskala nasional sebagai media inspirasi, motivasi kepada jurnalis milenial, khusus tamu yang akan menghadiri Acara Deklarasi FORJUBA pada 9 Oktober 2020 di Jakarta dalam momen jelang Hari Sumpah Pemuda.

Selain mengusulkan visual pada tamu undangan Deklarasi, Robinson Togap Siagian Ketua Umum Yay LBH Pers Indonesia juga meminta FORJUBA bisa mengikuti jejak para pendahulu jurnalis senior Batak.

Dia juga mengusulkan organisasi profesi FORJUBA berkantor di Gedung Dewan Pers, demikian juga Acara Deklarasi nantinya dilaksanakan secara sederhana di Gedung Dewan Pers. (*)

(Ditulis oleh Robinson Togap Siagian, Ketua Umum Yay LBH Pers Indonesia, Pemilik Kantor Berita Koran Indonesia Raya, Kantor Berita Korando, KDP TV Unicorn dan SNI TV Streaming)

To Top