EkBis

Durian Sumut Disukai Banyak Negara, GPEI Ajak Masyarakat Lestarikan Durian

Kementan mencatat ekspor durian asal Sumut sebanyak 441,1 ton ke China dan Malaysia. Ekspor meningkat di tengah pandemi corona. (iStockphoto/worradirek/cnn).

VoIR Indonesia, Medan – Adanya peningkatan ekspor durian Sumut di tengah pandemi virus ke berbagai negara diapresiasi semua pihak, termasuk oleh Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI). Menurut info Kementerian Pertanian (Kementan) Belawan, mencatat ekspor durian asal Sumut sebanyak 441,1 ton sampai semester I 2020.

Selain disukai dan diekspor ke Malaysia, durian asal Sumut ini juga banyak diekspor ke China.

Sebagai rinciannya, China mengimpor durian asal Sumut sebanyak 249,2 ton dengan total sertifikasi dokumen karantina sebanyak 19 kali. Sementara, Malaysia mengimpor sebanyak 190,9 ton dengan 13 kali pengiriman.

Durian Sumut yang diekspor itu telah melalui rangkaian tahapan karantina dan pastinya diekspor dalam bentuk beku (pasta), yang dikemas dalam plastik yang kedap udara dan disimpan dengan suhu minus 15 hingga minus 20 derajat celcius agar kualitas durian tetap baik dan aman dikonsumsi.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Khairul Mahalli sangat mendukung semua pelaku usaha kecil dan menengah terutama yang ada di wilayah sentra durian seperti Kabupaten Dairi, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara dan Langkat, termasuk daerah-daerah lainnya di Sumut untuk terus menciptakan, meningkatkan dan melestarikan potensi daerah seperti durian.

Baca Juga:  Aktivitas PETI Buduk Sempadang di Selakau Timur Kembali Menelan Korban Jiwa

“Kita sangat support. kita optimalkan potensi kabupaten kota se-Sumut untuk memaksimalkan potensi daerah terutama durian yang banyak digemari negara-negara tetangga kita,” ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumut ini kepada VoIR Indonesia, di Medan (26/7/2020).

Khairul menambahkan buah durian ini sangat nikmat rasanya dan dapat dibuat bermacam-macam produk seperti seperti dodol durian, cake dan lainnya.

Berdasarkan data yang dihimpun GPEI, produksi terbesar durian di Sumut yakni di Dairi sebesar 23 ribu ton, Tapteng sejumlah 10 ribu ton, Taput sebanyak 9 ribu ton dan Langkat sejumlah 12 ribu ton.

Oleh karena itu, ia mengajak para pelaku usaha durian di Sumut dan masyarakat umum ikut menjaga kelestarian durian Sumut. Setiap daerah di Sumut, memiliki keunikan dalam hal rasa dan aroma.

“Oleh karena itu perlu terus dilestarikan agar kekayaan ini terus bisa kita nikmati dan banggakan sampai anak cucu kita,” pungkasnya. (*)

To Top