Olahraga

Tatanan Berolahraga di Masa New Normal oleh Septi Citra Permana

Septi Citra Permana, M.Pd, Dosen Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi STKIP Mutiara Banten. Foto (istimewa)

Banten, VoIR Indonesia – Pemerintah Indonesia melalui Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi virus corona COVID-19 dengan tatanan baru yang disebut new normal.

Di mana setiap orang dituntut untuk bisa menerapkan perilaku atau kebiasaan hidup bersih dan sehat, kebiasaan inilah yang kemudian disebut sebagai new normal. Cara yang dilakukan dengan rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman, menghindari kerumunan dan tentuya berolahraga dengan teratur.

Demi menjaga kesehatan dan imunitas tubuh agar terhindar dari infeksi virus corona, beragam aktivitas gerak fisik dan olahraga sangat dianjurkan dimasa seperti ini. Jenis olahrga yang mudah dan bisa dilakukan didalam rumah ataupun lingkingan rumah yang bisa dilakukan seperti senam, yoga, naik turun tangga, jogging (treadmill), bersepeda ataupun jalan-jalan santai di sekitaran rumah.

Tatanan Olahraga di Masa New Normal

  1. Hindari Olahraga Massa

Di saat seperti ini tentu kita harus pandai memilih jenis olahraga yang dapat berisiko terjadi penularan virus corona melalui kontak tubuh atau sentuhan, olahraga yang dilakukan di dalam ataupun di luar rumah harus tetap mengutamakan prinsip jaga jarak, hindari kerumunan, dan hindari sentuhan, maka hindarilah jenis olahraga yang melibatkan banyak orang.

  1. Hindari Intensitas Tinggi

Berolahrga dengan intentitas tinggi di saat seperti ini justru menjadi hal yang harus dihindari atau diperhatikan oleh banyak orang karena semakin tinggi intensitas maka semakin tinggi pula resiko untuk terpapar atau terinfeksi virus corona, beberapa ahli merekomendasikan untuk berolahraga dalam intensitas rendah sampai sedang.

Baca Juga:  Ular Hingga Kelelawar, Kuliner Ekstrem Wuhan Diduga Asal Virus Corona

Hal ini dikarenakan bahwa intensitas tinggi dan durasi yang lama maka akan terjadi efek imunosupresan atau daya tahan tubuh menurun (Dokter Andi Kurniawan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga).

Setelah melakukan gerak fisik dengan intensitas tinggi, akan terdapat periode “Open Window” sekitar 3-48 jam dimana kondisi tubuh ketika itu sedang dalam imunitas rendah dan sangat rentan terinfeksi virus akibat dari kelelahan yang cukup berat.

  1. Peregangan

Lakukan peregangan diawal aktivitas olahraga dan lakukan pendinginan di akhir aktivitas olahraga guna menghindari terjadinya cedera otot. Peregangan bisa dilakukan dengan berkala setiap 2-3 jam sekali, peregangan statis dapat dilakukan dengan menahan bagian tubuh tertentu selama 10-15 detik.

  1. Minum

Kekurangan minum dapat meningkatkan resiko, pastikan asupan cairan tercukupi sebelum, saat, dan sesudah melakukan aktivitas gerak fisik.

  1. Merokok

Jangan merokok 1 jam sebelum melakukan aktivitas olahraga dan 2 jam setelah melakukan aktivitas olahraga. Hal ini dapat menurunkan sistem pertahanan tubuh dalam melawan virus. (*)

Septi Citra Permana, M.Pd adalah Dosen Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi STKIP Mutiara Banten

To Top