Nusantara

Pengaruh Timbal Balik antara Sekolah, Keluarga dan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19

N. Komariah, M.Pd, Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi STKIP Mutiara Banten. Foto (istimewa)

Oleh: N. Komariah, M.Pd, Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi STKIP Mutiara Banten

VoIR Indonesia – Belajar Dari Rumah (BDR) sudah dilakukan selama 3 bulan. Keadaan ini sudah tentu berdampak kepada banyak faktor terutama terhadap siswa.

Melalui daring atau pun pemberian tugas, buku paket, latihan soal yang tentunya akan menimbulkan rasa bosan atau jenuh bagi siswa, apalagi jika PBM berlangsung monoton ditambah lagi dengan pemberian tugas yang terus menerus dan banyak tekanan. Dengan demikian dikhawatirkan menurunkan imunitas tubuh yang seharusnya ditingkatkan.

Sekolah adalah tempat bermain, dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Dapat kita bayangkan bagaimana kondisi sosial emosional anak saat berlama-lama di rumah dengan pembatasan sosial yang diberlakukan.

Oleh karena itu, sudah selayaknya semua komponen (orang tua, sekolah, masyarakat) memberikan pelayanan terhadap semua anak-anak.

  1. Pembinaan dan tanggungjawab pendidikan pada orangtua adalah (a). Memelihara dan membesarkannya yaitu merupakan dorongan alami untuk dilaksanakan, karena anak memerlukan makan, minum dan perawatan agar dapat hidup secara berkelanjutan. (b). Melindungi dan menjamin kesehatan baik secara jasmani maupun rohaniah. (c). Mendidik dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi hidupnya, sehingga apabila dewasa bisa mandiri. (d). Membahagiakan anak untuk dunia dan akhirat dengan memberinya pendidikan agama sesuai dengan ketentuanNya.

Kesadaran dan tanggungjawab orang tua dalam mendidik dan membina anak perlu dilakukan secara terus menerus, mereka juga perlu dibekali teori-teori pendidikan modern sesuai perkembangan zaman. Dengan demikian tingkat dan kualitas materi pendidikan yang diberikan dapat digunakan anak untuk menghadapi lingkungan yang selalu berubah.

  1. Pembinaan dan tanggungjawab Pendidikan Sekolah.
Baca Juga:  Perangi Covid-19, Keluarga Op Goklim Munthe Didampingi Generasi Muda Parna Sumbang 300 APD untuk Petugas Medis di Humbahas

Sekolah sebagai institusi resmi di bawah kelolaan pemerintah, menyelenggarakan pendidikan secara berencana, sengaja, terarah, sistematis, oleh para pendidik profesional dengan program yang dituangkan ke dalam kurikulum untuk jangka waktu tertentu.

  1. Pembinaan dan Tanggungjawab Pendidikan oleh Masyarakat.

Implementasi pendidikan dalam masyarakat tidaklah berbeda dengan tanggungjawab yang lainnya, telebih jika dilihat dari populasi penduduk yang besar dengan tingkat ekonomi yang heterogen, hal ini menyebabkan kontrol masyarakat terhadap pendidikan pun semakin sulit.

  1. Pembinaan Kerjasama antara Orangtua, Sekolah dan Masyarakat.

Dengan terjadinya pandemi Covid-19 sebagaimana yang tejadi di tanah air, maka saat ini pula diperlukan kerjasama antara orangtua, sekolah dan masyarakat dipertaruhkan untuk supaya melaksanakan tugas dan kewajiban dalam menciptakan kualitas pendidikan atau sebaliknya.

  1. Pengaruh Timbal balik antara Sekolah dengan Masyarakat.

Di tengah pandemi Covid-19, Sekolah harus membina hubungan dengan masyarakat untuk bekerjasama dalam mendidik anak, saling menjaga agar tidak tertular dan menularkan.

Keberhasilan pendidikan ini akan nampak dari lulusan yang terlihat dari kompetensi yang mereka miliki, yaitu dari cara bersikap, bertindak, berpikir yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Semoga musibah ini menjadikan bersinerginya antara, keluarga, sekolah, dan masyarakat demi terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas agar tanah air tercinta ini memiliki penerus yang mampu mewujudkan cita-cita bangsa sesuai dengan amanat undang-undang. (*)

Referensi:

Drs. H. Fuad Ihsan, Dasar-Dasar Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta 2013

To Top