Nusantara

Dinas PMDP2A Batalkan Pelantikan Perangkat Desa Sosortolong Sihite III

Illustrasi. Foto (Harapan Rakyat Online)

Humbahas, VoIR IndonesiaSetelah sebelumnya dilakukan pelantikan terhadap 6 perangkat Desa Sosortolong Sihite III, Kecamatan Dolok Sanggul yang dilakukan, Kamis (14/5) kemarin di Balai Desa yang diwarnai aksi protes, akhirnya dibatalkan. 

Pembatalan tersebut dilakukan oleh Dinas Pemerintah Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP2A) Kabupaten Humbang Hasundutan, hasil rapat bersama dengan Komisi A DPRD, Kepala Desa (Kades) Sosortolong Sihite III Maruba Sihite, Jumat (15/4) di kantor Dinas PMDP2A di Jalan Letkol PH Purba KM III Purba Dolok, Kecamatan Dolok Sanggul.

Kepala Dinas PMDP2A melalui Kepala Bidang Adminitrasi Pemerintah Desa Jerry Silitonga kepada sejumlah wartawan, di ruang kerjanya usai rapat bersama mengatakan pembatalan ini karena tidak sesuai aturan yang berlaku pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 Tahun 2019 tentang petunjuk teknis pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

Dimana, kata Jerry, kades melantik sebanyak 6 perangkat desa, bukan sesuai rekomendasi persetujuan pengangkatan calon perangkat desa menjadi perangkat desa dari Camat Dolok Sanggul Kartini Sinambela, pada 6 April 2020.

Dengan tidak mengangkat bernama Sister A Simamora sebagai peringkat pertama dengan nilai 67 dengan jabatan Kaur Umum dan Perencanaan. Sebaliknya, mengangkat Tiar M Marbun sebagai peringkat kedua dari Sister A Simamora.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya menyatakan membatalkan pelantikan tersebut. Dan selanjutnya, kades harus legowo untuk membatalkan dan melantik enam orang perangkat desa sesuai rekomendasi oleh camat.

“Jika kades tidak mau, kita akan bertindak dan melaporkannya ke bupati,” tegas Jerry.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Komisi A Bresman Sianturi didampingi Jamanat Sihite dan Sanggul Rosdiana Manalu di kantor DPRD Humbang Hasundutan.

Bresman menegaskan kades Sosortolong Sihite III telah salah mengangkat enam perangkat desa, bukan sesuai rekomendasi persetujuan camat Dolok Sanggul.

“Jadi kepala desa disini harus legowo dengan keputusan bersama tadi. Kades harus mengikuti surat camat tanpa ada lagi jawaban. Karena dalam hal ini kades sudah salah melantik karena tidak sesuai aturan,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemudik Diperkirakan Melonjak hingga H-1 Lebaran

Menurut Politisi Partai Demokrat ini, kades tidak dapat membantah maupun ruang untuk tidak membatalkan pelantikan pada 14 Mei 2020 kemarin.

Sebab, menurut dia, pelantikan itu tidak sesuai aturan yang berlaku, semisal rekomendasi persetujuan pengangkatan calon perangkat desa menjadi perangkat desa dari Kecamatan Dolok Sanggul.

“Jadi tidak ada satu lobang jarum pun peluang kepala desa untuk melantik keenam perangkat desa kemarin,” tegas Bresman diamini Jamanat.

Walaupun demikian, pihaknya tetap berharap kepada kades Sosortolong Sihite III untuk legowo menerima keputusan bersama.

“Kami akan mengawasi ini, jika tidak diindahkan, maka akan kita surati bupati untuk menindaklanjuti,” imbuhnya.

Disinggung terkait ada membawa-bawa nama DPRD hingga pelantikan dilakukan, Bresman membantah ada memback up.

Menurut dia, hal itu setelah diklarifikasinya kepada Ketua DPRD Humbang Hasundutan Ramses Lumbangaol bahwa ceritanya bukan seperti berkembang di masyarakat adanya rekomendasi DPRD persetujuan pelaksanaan dilakukan pelantikan.

Sebaliknya, kata dia, Ketua DPRD meminta kepada masyarakat Desa Sosortolong Sihite III didampingi Kades Sosortolong Sihite III Maruba Sihite, camat Dolok Sanggul, pada 10 Mei 2020 untuk memediasikan persoalan tersebut.

“Itu saja dilakukan mediasi, bukan ada persetujuan. Mereka datang audensi ke ketua DPRD,” ujar Bresman.

Disinggung, kenapa tidak dilibatkan komisi A sebagai bidang yang menangani, dia menjelaskan hal itulah yang sempat membuat dirinya terkejut ketika mendengar ada membawa-bawa nama DPRD.

“Inilah yang membuat saya sempat terkejut membaca berita di media ada membawa nama DPRD, begitu saya baca langsung saya datangi Ketua DPRD untuk klarifikasi, ternyata tidak ada persetujuan hanya mediasi dan kemudian mereka datang audiensi,” ungkap Bresman. (WL)

To Top