Politik

Herbal Gratis Satgas Lawan Covid-19 DPR Dituding, Pengamat : Ada Pihak yang Terganggu secara Komersil

Tamil Selvan Pengamat Politik Nasional. Foto (istimewa)

Jakarta, VoIR Indonesia – Wabah pandemi covid-19 semakin tinggi di Indonesia bersamaan meningkatnya angka pasien yang dinyatakan positif. Hal ini membuat banyaknya bermunculan produk herbal yang mengklaim dapat menyembuhkan penyakit tersebut.

Beberapa pihak menuding obat herbal yang dibagikan oleh satgas lawan covid-19 bentukan DPR-RI, merupakan herbal yang diimport dari Tiongkok dan belum berizin. Sementara secara medis belum ditemukan obat maupun vaksin yang dapat menyembuhkan penyakit akibat virus covid-19.

Menangapi hal ini Pengamat Sosial Politik Tamil Selvan mengatakan bahwa harus dibedakan maksud dari penyebaran obat herbal tersebut, apakah tujuan sosial atau komersil.

“Kita harus bedakan tujuannya, sosial atau komersil. Satgas Lawan Covid-19 bentukan DPR itu mengunakan gaji pribadi mereka secara urunan untuk membantu masyarakat, dan obat herbal yang dibagikan itu tujuannya kemanusiaan. Kalau kita bicara legalitas di saat begini, saya kira jamu yang diberikan Pak Jokowi pada pasien sembuh no 01, 02, dan 03, juga tidak ada izin nya,” tutur pengamat yang akrab dipanggil Kang Tamil kepada awak media (29/4).

Saat ini, semua pihak butuh uluran bantuan kemanusiaan, terutama bantuan obat-obatan yang mampu membantu peningkatan daya tahan tubuh, agar bisa melalui masa inkubasi pada pasien positif corona.

Baca Juga:  Suhanul Baqiah: Etos Kerja dalam Syari’at Islam

“Saya tahu bahwa Wakil Ketua DPR RI, Pak Dasco sembuh setelah mengkonsumsi obat herbal tersebut. Atas dasar kemanusiaan untuk menolong sesama, herbal tersebut dibeli dengan dana pribadi mereka dan disumbangkan bagi yang membutuhkan. Niatnya tulus membantu sesama. Ini yang harus kita garis bawahi,” ujar Kang Tamil.

Kemudian Kang Tamil mengatakan bahwa Indonesia merupakan gudangnya jamu dan obat herbal, namun tidak bisa ditampikkan bahwa ada tumbuhan-tumbuhan tertentu yang harus di import dari luar sebagai bagian dari jamu tersebut.

“Kalau soal ada komposisi yang diimport saya kira itu wajar, jangan dipersoalkan. Dan terkait izin, tentu menyesuaikan karena saat ini semua pihak WFH. Saya melihat ada oknum-oknum yang mau mengambil keuntungan dari komersialis obat herbal, menjadi terganggu karena Satgas Lawan Covid-19 DPR membagikan obat herbal secara gratis. Janganlah situasi begini dijadikan perang dagang, dan bermuara kepada fitnah,” Jelas Kang Tamil.

Kemudian Kang Tamil meminta semua pihak untuk bersatu dan membantu melawan covid-19 ini melalui bidangnya masing-masing.

“Dalam situasi seperti ini, jangan kedepankan curiga. Mari kita hormati pihak-pihak yang sudah tulus menolong, dan kita bersatu ikut membantu melalui bidang kita masing-masing. Semoga wabah ini segera usai,” tutupnya. (*)

To Top