Hukum

Polres Humbahas Masih Selidiki Kasus Pengadaan 31 Unit Traktor

Illustrasi. Foto (internet)

Humbahas, VoIR Indonesia – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Humbang Hasundutan mengaku terkait kasus pengadaan traktor sebanyak 31 unit dari anggaran dana desa tahun 2018 lalu yang dilakukan kepala desa sudah dilakukan pemeriksaan dan masih dalam tahap penyelidikan.

Dan mereka juga menegaskan pemeriksaan dalam pengadaan tersebut belum sampai ke proses asal traktor yang dibeli.

Kepala Kepolisian Resort Humbang Hasundutan, AKBP Rudi Hartono menjelaskan bahwa penyelidikan yang dilakukan pihaknya yakni oleh bagian tindak pidana korupsi bermula dari temuan di lapangan tanpa ada laporan masyarakat.

Dari lidik, pihaknya pun kemudian mendalami dengan mengumpulkan bahan dan keterangan awal.

“Ini bukan laporan masyarakat, tetapi lidik kita. Yang kemudian, kita kembangkan dengan awal kumpulkan bahan dan keterangan,” kata Rudi melalui Kanit Tipikor Bripka Minggo Siahaan, Selasa (21/4).

Lebih lanjut dijelaskan Minggo, dari pendalaman dengan mengumpulkan bahan, pihaknya sudah memintai beberapa keterangan kepada pihak-pihak terkait.

Namun, Minggo tidak dapat menjelaskan, siapa-siapa saja pihak terkait yang dimintai keterangan. Ia mengaku karena proses pemeriksaan tersebut masih tahap penyelidikan.

“Ini masih tahap penyelidikan, jadi belum bisa,” ujarnya.

Sebelumnya, dari 31 desa yang mengadakan pembelian traktor mengaku bahwa mereka melakukan itu dikarenakan disuruh bukan hasil musyawarah desa.

Baca Juga:  Kamaruddin Simanjuntak Duga Perselingkuhan Jadi Motif Pembunuhan Brigadir J

Dan dibeli alat tersebut, dari wilayah Bandung dengan diarahkan oleh pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak.

Disinggung, benarkah pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada pihak rekanan selaku penyedia barang di daerah Bandung, Minggo lagi-lagi membantah.

Dia menegaskan sehubungan pemeriksaan itu, pihaknya belum sampai ke tahap penyedia barang. Namun, masih pengumpulan data dan keterangan dari pihak-pihak terkait.

Menurut Minggo, bahwa pembelian bukan dari wilayah Bandung, melainkan dari Jakarta yakni perusahaan John Deere yang merupakan perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang produksi alat berat khususnya peralatan untuk keperluan pembajakan sawah, peternakan, peekebunan, pertanian, dan agrikultural.

Sebelumnya, Kapolres, Rudi menyebut bahwa pemeriksaan itu untuk saat ini pihaknya belum menemukan kerugian negara.

“Jadi untuk saat ini, belum ditemukan adanya kerugian negara,” ucapnya.

Dan jika pun sudah ditemukan tindak pidananya, lanjut Rudi, langsung akan ditingkatkan ke penyidikan.

“Kalau sudah ditemukan bukti kuat terjadinya Tindak Pidana (TP), baru ditingkatkan ke sidik,” ujar Rudi singkat sembari mengarahkan ke Kanit Tipikor untuk ditanya lebih lanjutnya melalui WhatsApp. (dedi)

To Top