Nusantara

Saat New Normal Diberlakukan, Penumpang Dilarang Bicara Dalam KRL

Penumpang KRL. Foto (Gatra)

Jakarta, VoIR Indonesia – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyiapkan sejumlah prosedur bagi karyawan maupun pengguna kereta rel listrik (KRL) yang akan diterapkan saat konsep The New Normal atau tatanan hidup baru selama pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) belum ditemukan vaksinnya.

Salah satu prosedur yang disiapkan adalah melarang penumpang berbicara secara langsung maupun melalui telepon saat masih berada di dalam kereta guna mencegah penularan virus asal China tersebut.

“Sudah disampaikan imbauan kepada seluruh pengguna untuk tidak berbicara secara langsung maupun melalui telepon seluler, karena salah satu penularan Covid-19 melalui droplet atau cairan yang keluar dari saluran mulut dan hidung saat batuk, bersin, maupun berbicara,” kata Vice President Corporate Communications KCI Anne Purba seperti dilansir Antara, Kamis (28/5/2010).

Selain hal tersebut, penumpang dan pegawai jug tetap wajib menjalankan protokol kesehatan Covid-19 saat beada di area stasiun maupun di dalam kereta, seperti memakai  masker, menerapkan physical distancing atau menjaga jarak aman dengan orang lain, dam setiap penumpang yang akan memasuki peron dicek suhu tubuhnya.

“Pada waktu-waktu tertentu saat padat pengguna, akan ada penyekatan di sejumlah titik stasiun,  sehingga jumlah orang yang berada di peron dan di dalam kereta dapat terkendali. Bila diperlukan, petugas juga melakukan buka tutup pintu masuk stasiun,” imbuh Anne.

Saat ini PT KCI juga menyediakan fasilitas wastafel tambahan selain yang ada di toilet, agar pengguna KRL dapat mencuci tangan sebelum dan setelah menaiki kereta.

Fasilitas hand sanitizer di stasiun maupun yang dibawa oleh petugas pengawalan di dalam kereta, juga tetap tersedia.

Yang juga sangat penting, KCI secara rutin membersihkan seluruh kereta dan stasiun, baik saat beroperasi maupun selepas jam operasional.

Baca Juga:  Arungi Genangan Air, Kapolsek Jelai Hulu Ketapang Kalbar Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Sejak pandemi Covid-19 melanda, selain seluruh rangkaian kereta, penyemprotan disinfektan juga rutin dilakukan di stasiun maupun sarananya. Permukaan-permukaan yang sering disentuh penumpang di stasiun, seperti vending machine, gate tiket elektronik, tempat duduk, hingga pegangan tangga dibersihkan sekurang-kurangnya sembilan kali dalam satu hari.

“Untuk menjaga kebersihan ini pula, musholah stasiun selama masa pandemi Covid-19 tidak menyediakan karpet, sajadah, kain sarung dan mukena. Kebijakan ini masih akan berlanjut untuk mencegah penularan dari perlengkapan ibadah yang dipakai bersama-sama,” lanjut Anne.

Anne mengatakan, pembahasan kebijakan-kebijakan baru lainnya masih berlanjut secara intensif oleh pihak-pihak terkait, merujuk pada berbagai pedoman konsep The New Normal atau Normal Baru yang telah dikeluarkan pemerintah.

“Pengguna KRL juga kami ajak untuk memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas transaksi tiket non tunai dengan menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), kartu uang elektronik bank, dan aplikasi Link Aja,” katanya.

Khusus untuk aplikasi link aja, lanjut Anne, saat ini telah ada 40 unit gate yang dapat mengakomodir transaksi jenis ini dan jumlahnya akan terus bertambah.

Menurut dia, imbauan menggunakan transaksi non tunai ini untuk meminimalisir kemungkinan penularan Covid-19 dari uang tunai yang sangat sering berpindah tangan.

“Petugas frontliner kami juga telah mulai menggunakan pelindung wajah atau face shield sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Nantinya seluruh petugas di stasiun maupun kereta akan mengguna pelindung wajah ini,” katanya.

Anne mengimbau, untuk menghindari antrean di pintu masuk maupun di peron, pengguna KRL menghindari naik KRL di jam-jam sibuk,  karena akan tetap ada pembatasan jumlah pengguna untuk menjaga physical distancing. (man) 

Sumber Berita: dekannews.com

To Top