Kesehatan

Dinkes Humbahas Habiskan Rp 1,6 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Dinkes Humbahas Habiskan Rp 1,6 Miliar untuk Penanganan Covid-19. Foto (detikNews)

Humbahas, VoIR Indonesia – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) untuk pembelian alat medis dalam penanganan covid-19, menghabiskan biaya sebanyak Rp 1.663.136.500,00 yang diambil dari dana DAK sebesar Rp 811 juta dan dari sektor anggaran Dinas Kesehatan.

Adapun itu, mulai pengadaan masker bedah senilai Rp 150 juta, pengadaan hand sanitizer Rp 100 juta, pengadaan tablet disinfektan Rp 15 juta, pengadaan tablet thermo gun Rp 50 juta ditambah jasa upah penyemprot Rp 20 juta.

Kemudian, pengadaan rapit test Rp 369 juta ditambah biaya umum pengadaan senilai Rp 6 juta, pengadaan APD set Rp 137.494.500 ditambah biaya umum senilai Rp 4 juta, pengadaan backpack sprayer senilai Rp 131.642.000,00 dan pengadaan Decontamination Station Portable Rp 680 juta.

Kepala Dinas Kesehatan melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Henrik Simamora mengatakan adanya perencanaan anggaran yang dibuat itu lantaran mahalnya pengadaan sejumlah alat medis.

“Kebanyakan barang yang kita butuhkan saat ini tidak tersedia, itupun ada harganya mahal. Makanya mengalami pembengkakan,” kata Henrik di ruang kerjanya, Senin (13/4).

Menurut dia, semisal pembelian masker per boks yang awalnya seharga Rp 50 ribu naik menjadi Rp 350 ribu per boks.

“Jadi semua harga naik, tidak hanya masker, pembelian APD, hand sanitizer, bazkpac sprayer dan pengadaan decontaminiation station portable atau disebut bilik disinfektan beserta bahan kimianya yang ramah dengan manusia bisa ke kulit,” terang Henrik.

Kendati demikian, Henrik mengaku pembelian barang alat medis itu, pihaknya masih menunggu dari sejumlah pembelian barang medis proses pemesanan.

Baca Juga:  Polsek Tambelang Terus ‘Gebah’ Pandemi Covid-19 untuk Pelajar

Dia menuturkan, semisal pengadaan masker bedah senilai Rp 150 juta, pengadaan hand sanitizer Rp 100 juta. Kemudian, pengadaan rapit test Rp 369 juta dan pembelian decontaminiation station portable Rp 680 juta yang merupakan bilik disinfektan sebanyak 17 unit beserta bahan kimia.

“Sementara yang sudah dibagikan pengadaan backpack sprayer sejenis pompa mesin semprot 2 T sebanyak 25 buah dan mesin elektrik sebanyak 25 buah. Barang tersebut, sudah disalurkan ke 12 puskesmas dan sisanya sebanyak 13 unit lagi akan dibagikan ke tiap-tiap poskesdes,” katanya.

Menurutnya, pembelian decontaminiation station portable ini belum disalurkan karena barang bahan kimianya sejenis twin oxcid masih dalam proses pengiriman.

“Ini masih proses pengiriman, dan rencananya akan kita salurkan ke 12 puskesmas, kantor bupati, kantor catatan sipil, perizinan dan pihak polres,” ungkapnya.

Disinggung, sekaitan rapit test yang sudah tersalurkan, menurut Henrik bahwasanya itu merupakan bantuan dari pemerintah provinsi bukan dari perencanaan anggaran tersebut. Sedangkan, pembelian masker kain sebanyak 200 ribu merupakan anggaran dari tanggap darurat.

“Jadi dua mata anggaran itu beda, tidak dari perencanaan pembelian yang menghabiskan 1,6 miliar beda lagi terkait anggaran pengalihan semisal refocusing,” katanya.

Dengan adanya pasokan sarana dan prasarana, sejumlah masyarakat menanggapi, kiranya benar-benar tersalurkan dan digunakan sesuai penanganan covid-19.

“Mudah-mudahaan anggaran sebesar itu untuk pembelian alat medis dapat digunakan dengan baik tanpa ada penyelewengan sama sekali,” harap Boy Siregar warga Dolok Sanggul. (dedi)

To Top