Kesehatan

Di Humbahas Tercatat 2.300 orang Tak Gejala, 22 orang ODP

Illustrasi. Foto (antaranews)

Humbahas, VoIR Indonesia – Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dalam ini Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sebanyak 2.300 orang tanpa gejala covid-19 termasuk yang telah selesai pemantauan sebanyak 12 orang dan 22 orang dalam pemantauan (ODP) termasuk satu orang selesai pemantauan.

Itu dikatakan Kepala Dinas Kominfo Hotman Hutasoit dalam keterangan persnya yang diterima VoIR, (Kamis (2/4).

“Itu data per tanggal 1 April sampai dengan pukul 16.00 WIB,” tambah dia.

Disebutkan Hotman, data dari 2.300 orang tanpa gejala ini, merupakan hasil dari pemeriksaan pihaknya yang ada di empat posko covid-19 dan yang datang ke rumah sakit dan puskesmas dengan tidak ditemukan indikasi gejala covid-19 berupa demam dan flu.

Data pemantauan Kabupaten Humbahas per tanggal 1 April sampai dengan pukul 16.00 WIB. Sumber (RSUD Dolok Sanggul dan Dinkes Kabupaten Humbahas)

Namun, dari 2.300 orang ini, 12 diantaranya dinyatakan selesai pemantauan karantina mandiri selama 14 hari.

Sementara, sisanya sebanyak 2.288 lagi masih dalam pemantauan karantina mandiri. Diantaranya 436 warga Kecamatan Dolok Sanggul, 64 warga Kecamatan Baktiraja, 376 warga Kecamatan Lintong Nihuta, 534 warga Kecamatan Pollung, 176 warga Kecamatan Onan Ganjang, 174 warga Kecamatan Paranginan, 29 warga Kecamatan Sijamapolang, 253 warga Kecamatan Pakkat, 182 warga Kecamatan Parlilitan yang sebelumnya 194 dan 64 warga Kecamatan Tarabintang.

Baca Juga:  Ormas Pemuda Batak Bersatu Orasi di Kejagung, Tuntut Istri Ferdy Sambo Segera Ditahan

“Jadi 12 orang selesai pemantauan dinyatakan tidak mengalami gejala,” beber Hotman.

Sementara itu, untuk 22 orang dalam pemantauan (ODP) memiliki riwayat perjalanan yang terjangkit covid-19 dan 1 diantaranya dinyatakan selesai pemantauan selama 14 hari.

“Sampai saat ini kondisi mereka dipantau melalui via telepon,” terang Hotman.

Sebanyak 22 orang ini, diantaranya 13 warga Kecamatan Dolok Sanggul termasuk yang selesai pemantauan 1 orang, 2 warga Kecamatan Lintong Nihuta, 3 warga Kecamatan Pollung, 1 warga Kecamatan Onan Ganjang,  2 warga Kecamatan Paranginan dan 1 warga Kecamatan Pakkat.

Sayangnya, Hotman tidak dapat merincikan jenis kelamin orang yang tidak memiliki gejala dan orang dalam pemantauan.

“Sekaitan berapa orang jenis kelamin laki-laki dan perempuan tidak disebarkan,” tegasnya.

Disinggung, terkait berapa orang isolasi mandiri sekaitan pasien dalam pengawasan yaitu Lestari boru Purba, Hotman menjelaskan sebanyak 29 orang dengan status isolasi mandiri selama 14 hari.

Disebutkannya, 17 orang diantaranya perawat dan bidan, 2 orang dokter, sedangkan 20 orang dari keluarga korban.

“Status isolasi mandiri 19 orang, 17 perawat, 2 dokter, kalau keluarga juga isolasi mandiri dari penjelasan pihak dinas kesehatan dan rumah sakit 20 orang. Mereka dipantau melalui telepon, tentu melalui telepon ditanya informasi ada perkembangan, kata Hotman. (dedi)

To Top