EkBis

Sejumlah Perusahaan Kurangi Produksi, Laju Ekspor Impor di Batam Melemah

Kantor Bea Cukai Tipe B Kota Batam. Foto/internet

BATAM, VoIR – Imbas dari pandemik covid-19, laju ekspor dan impor di Kota Batam pada periode Januari hingga Maret 2020 mengalami pelemahan.

Demikian dikatakan Susila Brata Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tipe B Kota Batam kepada VoIR, Jumat (27/03/2020).

Susila menyampaikan penyebaran covid-19 berdampak terhadap kegiatan operasional dan kegiatan ekonomi secara menyeluruh, termasuk di sektor ekspor dan impor di Kota Batam.

Akibat penyebaran covid-19 dan instruksi pemerintah agar mengurangi aktifitas di luar rumah ini, ia mengatakan secara global sejumlah perusahaan di Kota Batam mengurangi produksi.

Kendati demikian, ekspor impor tidak sampai berhenti karena masih ada beberapa perusahaan lainnya yang tetap beroperasi dan berproduksi. Oleh karena itu, nilai ekspor dengan nilai impor masih seimbang dan tidak menunjukkan perbedaan mencolok.

“Perkiraan sementara, total turunnya kargo sekitar 20 persen. Kalau ferry penurunannya cukup jauh,” kata Susila.

Susila menambahkan kementerian perdagangan sampai saat ini belum memberlakukan larangan ekspor, kecuali ekspor masker.

Baca Juga:  Tiga Belas Desa di Aceh Belum Terjangkau Internet

“Ekspor masker dilarang per tanggal 16 Maret, karena masker menjadi kebutuhan nasional saat ini,” katanya.

Sementara itu, untuk menekan penyebaran covid-19, Bea Cukai sebagai pintu masuk ekspor impor, telah memberlakukan social distancing dan work from home (WFH) ke sebagian pegawai yang pekerjaannya dapat dikerjakan di rumah.

Seperti memproduksi hand sanitizer untuk kebutuhan sendiri di laboraturium Bea Cukai untuk mengantisipasi kelangkaan di pasaran.

Ia menghimbau seluruh pegawai untuk mematuhi anjuran pemerintah pusat dan daerah dalam hal penanggulangan dan penyebaran covid-19.

Terkait kelancaran pengiriman barang-barang keperluan penanganan covid-19, hingga saat ini, kata Susila, Bea Cukai Kota Batam terus melakukan koordinasi dengan gugus tugas provinsi dan kota covid-19. .

“Kantor pusat BC dan BNPB telah membuat prosedur yang lebih mudah untuk impor peralatan penanganan covid-19,” kata Susila menambahkan. (Nila)

To Top