Kesehatan

Warga Dolok Sanggul Heboh, Diduga Pasien Covid-19 Meninggal, Pemkab Humbahas Belum Memastikan 

Illustrasi. Foto/Kompas.com

HUMBAHAS, VoIR – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan sampai saat ini belum dapat memastikan penyebab meninggalnya, warga Jalan SM Raja inisial ILb (19) berkelamin perempuan, yang sempat heboh di tengah-tengah masyarakat Dolok Sanggul diduga menderita covid-19, Rabu (25/3) saat hendak dirujuk ke RS Tarutung.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Humbang Hasundutan Hotman Hutasoit dalam keterangan persnya mengatakan, bahwa ILb adalah salah satu mahasiswa USU yang sempat dirawat di RS Dolok Sanggul.

Disebutkannya, awalnya pasien ini merasa demam pasca baru sepulang dari Medan. Kemudian, oleh keluarga, pasien dibawa ke RS Dolok Sanggul untuk diopname. Dari hasil pemeriksaan, pasien mengidap penyakit tipus, hingga tanggal 7 sampai 15 Maret pasien pun dirawat.

Di tanggal 15 Maret, pasienpun pulih hingga kontrol ditanggal 17 Maret, pasien masih dalam keadaan sehat.

Namun, ditanggal 24 Maret, pasien kembali mengeluh sakitnya dan dianjurkan untuk opname.

“Setelah dilakukan pemeriksaan rontgen foto torax oleh dokter spesialis paru, didapati adanya gambaran mengarah ke pnemonia dan dokter paru merujuk yang bersangkutan ke RSUD Tarutung (25 Maret),” beber Hotman melalui WhatsApp.

Namun naas, sebelum tiba di RS Tarutung, pasien meninggal dunia yang kemudian dibawa kembali pulang ke RS Dolok Sanggul.

Baca Juga:  Pelantikan Pengurus DPC Pemuda Batak Bersatu Jakarta Barat Dihadiri Tiga Pilar

“Penjelasan Kadis Kesehatan dan Direktur RSUD Doloksanggul atas kronologis riwayat penyakit yang bersangkutan sebagai berikut bahwa pasien tersebut belum bisa kita pastikan covid-19 karena belum melakukan pemeriksaan rapid test atau swab cairan spesimen untuk diperiksa,” sambung Hotman.

Lebih lanjut dikatakan Hotman, di samping pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian pasien, dari teman sekuliahnya pasien ini pernah mengalami asam lambung dan sudah terinfeksi.

Tak hanya teman kuliahnya, keluarga pasien juga mengakui demikian.

“Dari pihak keluarga (Sahala Purba) menjelaskan bahwa almarhum mengidap penyakit asam lambung, setiap makan selalu muntah,” kata Hotman.

Perihal penguburan, lanjut Hotman, korban yang masih di ruang jenazah, rencana akan dikubur malam ini.

“Perihal penguburan yang dilakukan langsung pada malam ini juga adalah merupakan kesepakatan antara keluarga dengan pemerintah kabupaten Humbang Hasundutan dalam hal ini Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Camat, Kapolsek, Danramil).

Terlebih dahulu mengadakan pertemuan dengan keluarga, dengan memberikan pemahaman tentang kondisi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dimana keluarga sepakat menyetujuinya sebagaimana Surat Edaran Bupati Humbang Hasundutan tentang kewaspadaan penularan covid-19  agar menghindari kerumunan massa,” kata Hotman.

Disinggung apa penyebab pnemonia atau sesak napas, hingga berita ini diturunkan, Hotman tidak dapat menjawab. (VoIR/Dedi)

To Top