Nusantara

Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia

Toleransi Umat Beragama di Indonesia. Foto (Media Indonesia)

Banten, VoIR Indonesia – Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, ras dan Agama. Salah satu dimensi yang paling vital di indonesia adalah Agama, karena rakyat Indonesia begitu patuh pada ajaran Agama.

Bukan hanya Islam, melainkan Kristen, Hindu, Budha, Protestan dan lain-lain. Islam merupakan Agama toleran dari penamaan dan maknanya. Kemudian bagaimana Islam bisa diterima di tengah masyarakat Indonesia yang plural adalah berkat dakwah toleran yang dijalan oleh para Wali Songo terdahulu.

Di sinilah letak pentingnya dakwah bersemangat toleransi, Islam bebas berdakwah tanpa menutup Agama dan kepercayaan lain untuk melakukan dakwahnya juga.(Said Aqil Siradj, 2010 : 40).

Toleransi bisa dikatakan sebagai kelapangan dada, dalam pengertian suka kepada siapapun, membiarkan orang berpendapat atau berpendirian lain, tidak mengganggu kebebasan berfikir dan berkeyakinan lain (W.J.S. Poerwodorminta, 1996).

Eman Supriatna, S.Hum., M.Pd adalah Dosen Program Studi PBSI STKIP Mutiara Banten. Foto (istimewa)

Dalam hal ini toleransi dapat dikatakan sebagai suatu sikap keterbukaan untuk mendengar pandangan yang berbeda. Hakikat toleransi antar umat beragama merupakan prasyarat utama bagi terwujudnya kerukunan nasional. Melalui sikap toleran dan saling menghargai secara substansif antar pemeluk Agama, maka akan terwujud interaksi dan kesepahaman yang baik di kalangan masyarakat beragama sehingga bisa terwujud tata kehidupan yang aman dan tentram (Abdul Jamil Wahab, 2015 : 6).

Dikutip dari buku suntingan (Weinata Sairin, 2006 : 92 – 93) Azyumar Bin Khatabdi Azra menjelaskan dalam perspektif teologi Islam tentang kerukunan hidup antar umat beragama dan konsekuensinya, Islam pada esensinya memandang manusia berasal dari satu keturunan yang sama yaitu adam dan hawa.

Meski berasal dari nenek moyang yang sama, tetapi kemudian manusia menjadi bersuku-suku, berkaum-kaum atau berbangsa-bangsa lengkap dengan kebudayaan dan peradaban khas masing-masing.

Baca Juga:  Semarak Hari Tari Sedunia 2022 di Surakarta Dihadiri Sandiaga dan Gibran

Semua perbedaan ini selanjutnya mendorong mereka untuk kenal-mengenal dan menumbuhkan apresiasi serta respek satu sama lain. Perbedaan di antara umat manusia dalam pandangan Islam bukanlah karena warna kulit dan bangsa, tetapi hanyalah tergantung kepada tingkat ketakwaan masing-masing. Inilah yang menjadi dasar perspektif islam tentang “kesatuan umat manusia” yang pada gilirannya akan mendorong berkembangnya solidaritas antar manusia (ukhuwwah Insaniyyah atau ukhuwwah basyariyyah).

Lebih jauh menurut Islam, manusia dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah). Dalam fitrahnya manusia dianugerahi kemampuan dan kecenderungan bawaan untuk mencari, mempertimbangkan dan memahami kebenaran yang pada gilirannya akan membuatnya mampu mengakui Tuhan sebagai sumber kebenaran tersebut.

Atas dasar ini, Islam menegaskan prinsipnya bahwa setiap manusia adalah homo religious dan dengan dasar inilah Islam menegaskan pula tentang toleransi antar umat beragama bahwa setiap manusia pada fitahnya berhak menentukan kebenaran Agama menurut kepercayaannya masing-masing.

Islam di Indonesia berkembang sangat cepat karena agama Islam menganut ajaran yang cinta damai dan tidak membedakan status sosial semua sama di mata Sang Pencipta.

Mengapa Indonesia itu negara yang sangat damai dan toleran? Aturan yang diterapkan di Indonesia untuk menjaga kerukunan beragama telah diatur dengan UUD 1945 sehingga sebagai warga negara Indonesia yang baik sebaiknya menjaga dan menjalin kerukunan antar umat beragama. Sehingga negara menjadi aman dan damai tanpa ada gangguan yang akan merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia. pemeluk agama Islam menduduki peringkat tertinggi di Indonesia.

Walaupun Indonesia mayoritas beragama Islam tapi hidup di negara yang ideologinya Pancasila dengan semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika yang artinya walaupun berbeda-beda tapi tetap satu. (*)

Penulis adalah Eman Supriatna, S.Hum., M.Pd, Dosen Program Studi PBSI STKIP Mutiara Banten

To Top