Nusantara

Sosialisasi Permen LHK Pasal 43 Guna Mendukung Pemilu Damai 2019

Suasana acara Sosialisasi Permen LHK Nomor P.43/MENLHK/Setjen/KUM.1/6 2017 sebagai wujud Implementasi Nomor. 49 PP 108 Tahun 2015

Bogor (VOIR) – Kelompok Tani Pelestari Gunung (PG) Logo Jaya mengadakan acara sosialisasi Permen LHK Pasal 43 guna mendukung Pemilu Damai 2019. Mereka menghimbau masyarakat agar aktif dan peduli menjaga hutan, karena hal tersebut dapat mendorong tingkat kesejahteraan rakyat dengan turut andil melestarikan hutan, khususnya yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Salak (TNGS).

Setelah acara sosialisasi, dilanjut dengan rangkaian diskusi bersama dengan mengambil tema Permen LHK Nomor P.43/MENLHK/Setjen/KUM.1/6 2017 sebagai wujud implementasi Nomor. 49 PP 108 Tahun 2015, Guna Mendukung Pemilu Damai 2019, agar hutan terjaga dan rakyat sejahtera yang merupakan cakupan lingkungan hidup yaitu hubungan masyarakat dengan lingkungannya.

Adapun penyelenggaraan sosialisasi tentang pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam ini diadakan untuk mengembangkan pola pikir dan pentingnya pengetahuan tentang lingkungan hidup yang begitu luas, sebab memiliki alasan yang cukup pelik pula karena terjadi fenomena aneh dimana, adanya temuan-temuan penyimpangan yang terjadi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Tenjolaya, Kabupaten Bogor, dimana terjadi kerusakan parah pada pohon Pinus di Taman Nasional (TN) tersebut yang disinyalir akan berdampak terhadap kerusakan lingkungan.

Tragisnya peristiwa tersebut didapat juga informasinya dari berbagai laporan-laporan beberapa pihak yang telah melakukan observasi langsung, serta didukung juga dengan adanya beberapa pemberitaan yang beredar, bahwa adanya pengrusakan pohon lindung tersebut dilakukan dengan cara ‘disadap'(diambil getahnya) dan hal ini kabarnya sudah berlangsung lama, bahkan warga sekitar pun tidak tahu persisnya bagaimana awal mulanya terjadi pengrusakan, untuk itu masyarakat setempat harus lebih peduli dengan lingkungannya.

Baca Juga:  Viral, Toko Beras di Pasar Darurat Tegal Alur, Jakarta Barat Diduga Penadah Beras Bansos Covid-19

Kendati demikian, dalam hal ini, Kelompok Tani PG Logo Jaya, yang bergerak dalam bidang Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) menghimbau dan mengajak masyarakat agar mau lebih berperan aktif lagi untuk lebih peduli dalam menjaga, melestarikan hutan, sebab hal ini juga bisa dikategorikan sebagai salah satu faktor pendukung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Salak (TNGS).

Sementara itu, terkait hal ini, Ketua PG Logo Jaya, Jajang Sudrajat, menjelaskan juga seperti yang kita ketahui bersama, melihat kondisi momentum akan mendekati tahun pemilu 2019 mendatang, dimana akan diselenggarakan pesta demokrasi Pileg dan Pilpres, diharapkan agar masyarakat untuk dewasa dalam menyikapi dan melakukan proses politik yang santun.

“Untuk itu saya menghimbau juga kepada masyarakat agar mendukung pemilu damai 2019 mendatang tanpa hoax dan no SARA,” ujar pria yang akrab dipanggil Kang Eko ini.

Acara sosialisasi ini berjalan dengan sukses dihadiri ratusan peserta. Selain narasumber, hadir juga pembicara dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diwakili Sekjend (KSDAE KLHK), Polres Bogor/Kapolsek Cijeruk, Danramil 2123/Cijeruk, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

Di tempat terpisah, Ketua Umum LAKIP-LH (Lembaga Analisis Anggaran, Pengkajian Kebijakan Publik dan Lingkungan Hidup) P. P. Sinaga, SE, SH mengatakan lingkungan hidup adalah bagian dari kehidupan yang berkelanjutan harus dijaga dan dikelola serta dilindungi sehingga hutan terjaga dan rakyat sejahtera. (yono/voir)

To Top