EkBis

Investasi Sumsel Melambat?

Kampung Warna, tempat wisata terkenal di Sumsel

VoIR.com, Jakarta. Realisasi investasi swasta di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada 2017 sekitar Rp 25,7 triliun (target Rp 25,3 triliun). Jumlah ini menurun dibanding tahun lalu sebesar Rp 43,3 triliun (target Rp 20,62 triliun).

Penurunan investasi ini dipicu sejumlah regulasi pemerintah, seperti perizinan yang dinilai masih rumit dan membutuhkan waktu 4 bulan, meski sudah ada kebijakan satu pintu dan bahkan sekarang sudah berbasis elektronik.

Menurut Apindo Sumsel, kebijakan satu pintu dalam perizinan belum efektif, masih tergolong rumit, misalnya perizinan pembuatan badan usaha masih membutuhkan waktu 4 bulan baru selesai.

Padahal, Sumsel masuk dalam daftar Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai 10 provinsi penyumbang 90 % total investasi di Indonesia bersama Jawa Barat, Sumatera Utara, Papua Barat, Papua, Jawa Timur, DKI Jakarta, Riau, Kepulauan Riau dan Kalimantan Timur.

Pada 2015, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Sumsel termasuk terbaik dalam tiga tahun berturut-turut di Indonesia, cukup datang ke satu tempat saja yaitu di Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BP3MD), semuanya selesai.

Tahun 2017, belum ada mega proyek yang dibangun di Sumsel dan investor belum tertarik berinvestasi secara fisik maupun non fisik yang signifikan di Sumsel.

Hal ini disebabkan mekanisme tatap muka masih terjadi dan transaksi (di bawah meja) masih tetap ada sehingga menjadi pertimbangan investor untuk berinvestasi di Sumsel.

Jika melihat tren pencapaian dua tahun terakhir, nilai investasi Sumsel selalu melebihi target. Pemda Sumsel terus berupaya untuk meningkatkan daya tarik investor seperti menjamin keamanan berinvestasi.

Pada 19 September 2016 lalu di Jakarta dilakukan kerja sama antara BKPM dengan Polri yang berisi tentang Koordinasi Perlindungan dan Keamanan Bagi Dunia Usaha Untuk Mendukung Kegiatan Investasi di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, BKPM, Polri, Pemprov Sumsel dan Polda Sumsel dapat mengidentifikasi permasalahan dan kendala gangguan keamanan yang dihadapi investor serta saling bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Para investor sejak mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal baik di Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) akan dijamin keamanannya dalam merealisasikan proyeknya.

Baca Juga:  Ibu-Ibu! Harga LPG Naik, Segini Harganya

Tahun ini, Sumsel menargetkan jumlah investasi non-APBN mencapai Rp 29 triliun yang sebagian besar terkait dengan Asian Games dan Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA). Untuk KEK Tanjung Api-Api, pembangunan masih terus berjalan dan sudah ada 15 investor yang tertarik untuk menanamkan modal di kawasan tersebut.

Namun, hingga triwulan I/2018, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel mencatat kisaran realisasi investasi baru tembus sekitar Rp 3 triliun  (10,34%), masih jauh dari target.

Program ASRI di Bidang Investasi

Terkait degan permasalahan investasi di Sumsel, pasangan calon ASRI (Aswari Rivai-Irwansyah) yang diusung Partai Gerindra dan PKS ini memiliki visi misi untuk meningkatkan pembangunan Sumsel melalui Program Peningkatan Investasi yaitu :

  1. Bursa investasi adalah salah satu program yang menyempurnakan dan mengefektifkan pangkalan data online berisi potensi investasi dan kemitraan yang memudahkan investor memperoleh informasi yang jelas dan lengkap.
  2. Program percepatan KEK TAA digunakan untuk menyelesaikan program pembangunan KEK TAA dan infrastukturnya sehingga siap menampung aktivitas bisnis para investor secara efektif dan efisien.

Pembangunan KEK TAA adalah kunci penting untuk menunjang program hilirisasi industri berbasis sumber daya Sumsel yang melimpah agar hasilnya dapat semaksimal mungkin dinikmati masyarakat Sumsel.

Perlu juga inovasi seperti pemberian insentif, kemudahan izin hingga keberadaan kawasan industri yang memadai. Target investasi bisa meningkat sejalan dengan promosi daerah.

Aktivitas promosi bisa diselenggarakan baik pada bidang olahraga, pariwisata, atau kegiatan lainnya. Dengan makin banyak promosi, investor akan tertarik menggelontorkan modalnya.

Aswari Rivai sebagai calon gubernur Sumsel, yang pernah menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Lahat dan Irwansyah sebagai calon wakil gubernur yang pernah menjabat sebagai Walikota Pangkal Pinang itu, siap memenangkan perhelatan Pilkada Serentak pada 27 Juni 2018 dan memberikan harapan baru untuk warga Sumsel. (VoIR)

Penulis : Oknobin Sinaga (Ketua Bidang OKK Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira), Orsap Partai Gerindra)

To Top