Politik

Gelora dari Sikka, Satu Tekad untuk NTT BISA

Bung Rogger Evantino saat mendampingi Cagub NTT Esthon Foenay mengunjungi Uskup Maumere Mgr. Gerulfus Kerubim Parera, SVD

VoIR.com, Maumere. Iring-iringan mobil yang didahului oleh mobil Patwal Satlantas Polres Ende memasuki perbatasan Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka, tepat pukul 15.00, rombongan paket Ir. Esthon L. Foenay, M.Si dan Drs. Christan Rotok yang adalah pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) atau lebih dikenal dengan sebutan Paket ESTHON-CHRIS memasuki Kecamatan Paga, yang merupakan batas terluar Kabupaten Sikka.

Setelah menyelesaikan safari politik di kota bekas pengasingan Bung Karno itu, rombongan bergegas menuju Kabupaten Sikka/Maumere dengan agenda yang sama yaitu kampanye atau safari politik dalam rangka menyongsong pesta rakyat 5 tahunan untuk memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Kabupaten Sikka yang dijuluki “Barometer Politik NTT” sangatlah penting di mata paket ini, karena jika kita flashback pada Pilkada Gubernur periode lalu tahun 2013, kedua figur ini kala itu berjuang masing-masing melalui jalur yang berbeda. Perolehan suara yang sangat signifikan pada pilkada kali lalu itu, menjadi sebuah titik keyakinan bahwa sesungguhnya masyarakat Kabupaten Sikka sangat aktif dalam setiap perhelatan politik di Kabupaten Nyiur Melambai ini sekaligus mendambakan pemimpin baru, pemimpin yang santun, teruji dan pernah punya pengalaman “mengurus rakyat” baik di kancah lokal maupun regional.

Esthon-Chris adalah dua putra terbaik NTT yang mempunyai sederet pengalaman “mengurus rakyat,” dilegitimasi oleh rakyat dalam sistem demokrasi yang kita anut saat ini, dan telah ditulis dalam lembaran sejarah panjang yang tak akan pudar seiring berjalannya waktu.

CHRISTIAN ROTOK 

Sosok Christian Rotok adalah mantan birokrat yang memulai karier dengan golongan 2 B, dan karirnya mulai menanjak naik ketika dipercaya menjadi sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Barat kala itu yang baru saja dimekarkan dari induknya Kabupaten Manggarai.

Sukses di Manggarai Barat menjadi pijakan beliau untuk maju dalam pilkada Kabupaten Manggarai. Kepercayaan rakyat Manggarai atas kapasitas, kapabilitas dan kemampuan beliau menjadikan beliau mutlak memenangkan pertarungan politik lokal di Manggarai selama 2 kali berturut-turut dalam hajatan pilkada dan bisa menjadikan Manggarai sebagai salah satu kabupaten terbaik dengan pencapaian yang paling membekas hingga kini adalah sukses memekarkan Kabupaten Manggarai menjadi Kabupaten Manggarai Timur.

Di bidang tata kelola birokrasi dan pemerintahan, Christian Rotok punya sederet prestasi yang dicatat oleh masyarakat Manggarai dalam menikmati mudahnya pelayanan pemerintah kepada masyarakat dengan penyederhanaan izin dan juga regulasi dan pelayanan terpadu satu pintu yang berdampak pada tingginya minat investasi yang diharapkan untuk mampu menggerakan sektor perekonomian serta menyerap lapangan pekerjaan dan permintaan barang dan jasa, untuk terus tumbuh iklim ekonomi yang seimbang baik di desa maupun di kota.

10 tahun mengabdi untuk Manggarai, tak membuat surut semangat kepamong prajaannya untuk maju selangkah lebih tinggi membenahi sekelumit persolan di NTT.

IR. ESTHON L. FOENAY, M.SI

Siapa yang tak mengenal orang ini? Sosok pria humanis, rendah hati, ramah, penuh senyum dan pemaaf ini mengawali karier di dunia birokrasi dengan golongan 2 A dan berakhir dengan golongan 4 E. Sederet jabatan pernah diemban dan diamanahkan di pundaknya mulai dari membantu mendiang Gubernur NTT Ben Mboi dalam menyukseskan program operasi Nusa Sehat dan Nusa Hijau yang sukses.

Karier birokrasi Esthon terus meroket mulai dari menjadi Kepala Sub Bidang Sosial Budaya Bapeda Tingkat I NTT tahun 1977 sampai pada jabatan terakhir Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013.

Esthon Foenay yang dikenal dengan sosok yang rendah hati ini, juga diberi kepercayaan untuk memimpin beragam organisasi pemuda dan olahraga di NTT dan telah menorehkan sederet prestasi baik di tingkat lokal, nasional maupun di tingkat dunia.

Pada tahun 2017 lalu, Team Kempo NTT yang diketuai oleh Ir. Esthon L. Foenay, M.Si berhasil membawa pulang 5 medali emas dalam kejuaraan Kempo tingkat dunia yang bertempat di California Amerika Serikat yang mengharumkan Indonesia dan NTT di kancah olahraga dunia.

Selain sederet prestasi yang pernah ditorehkan dalam setiap amanat yang diemban, dengan realitas sejuta persoalan di depan mata antara lain kemiskinan, masalah sosial kemasyarakatan, masalah tenaga kerja, masalah pendidikan, masalah kesehatan dan masalah korupsi serta masalah lainnya menjadi pekerjaan rumah bagi Esthon dan Chris untuk 5 tahun ke depan dalam membangun NTT yang sejahtera dan mampu berdaya saing.

Agenda safari politik Paket Esthon-Chris selama berada di Sikka adalah bertemu dan bertatap muka dengan masyarakat Kabupaten Sikka. Pada hari senin tanggal 16 April 2018, Esthon-Chris mengunjungi Kecamatan Lela dan berdialog bersama warga masyarakat.

Keesokan harinya, sebelum menuju Kecamatan Doreng, Esthon-Chris menempatkan diri untuk bertemu dengan relawan Esthon-Chris di Kabupaten Sikka sore harinya. Pada Senin pagi harinya, Esthon-Chris terlebih dahulu harus meminta izin kepada kepala wilayah setempat dalam hal ini Plt. Bupati Sikka Drs. Paulus Nong Susar, di Kantor Bupati Sikka. Sebuah tradisi yang terus dijaga oleh Esthon-Chris dengan semangat dan juga menjaga etika ke pamongprajaan yang harus melapor kepada atasan atau pimpinan wilayah.

Hal semacam ini terus dilakukan oleh Esthon-Chris ke setiap kepala daerah atau pimpinan wilayah setiap kali berkunjung dan melakukan kampanye di manapun itu.

Selain bertemu Kepala Wilayah setempat, Esthon-Chris juga mendatangi “Lepo Bispu” Istana Keuskupan Maumere untuk meminta restu dan meminta doa serta berkat dari kepala Gereja di Maumere.

Cagub NTT Esthon bersama Uskup Maumere Mgr Gerulfus Kerubim Parera, SVD

Hal yang menarik di dalam kunjungan Esthon-Chris dan bertemu Yang Mulia Mgr. Gerulfus Kerubim Parera, SVD adalah Esthon tidak hanya minta untuk didoakan secara pribadi melainkan Esthon meminta untuk Bapak Uskup mendoakan semua paket yang berkompetisi dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT kali ini agar terus bersama sama mempertahankan komitmen kampanye damai, NO HOAX, NO SARA dan saling mengedepankan Etika untuk memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.

Cagub NTT Esthon didoakan dan diberkati oleh Uskup Maumere di dalam Kapela Hati Yesus Yang Maha Kudus, untuk mendapatkan kekuatan dalam perjuangan menuju NTT yang lebih sejahtera

Di samping itu, Esthon menempatkan diri untuk mengunjungi Civitas Akademika Seminari Tinggi Filsafat Katholik (STFK) Ledalero dengan harapan agar generasi pembaharu sebagai corong informasi dan komunikasi dalam hal ini almamater dapat memberikan pendidikan dan pemahaman kepada masyarakat Kabupaten Sikka khususnya dan NTT pada umumnya, akan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan kepala daerah sebagai wujud dari implementasi nilai-nilai demokrasi sebagai sistem terbaik yang dianut oleh bangsa ini dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat sesuai cita-cita dan amanat UUD 1945.

Baca Juga:  Isu Reshuffle Menguat, Komunikolog Politik Minta Jokowi Libatkan Wapres

Tak sampai di situ, Esthon-Chris menempatkan waktu untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan para mantan bupati Sikka antara lain Bapak Drs. Paulus Moa (1999-2003) dan Bapak Drs. Sosimus Mitang (2008-2013) untuk meminta doa dan dukungan dari para mantan bupati yang telah menorehkan banyak prestasi di kabupaten ini selama kepemimpinannya agar menjadi spirit untuk Esthon-Chris dalam upaya mensejahterahkan rakyat NTT umumnya dan Kabupaten Sikka khususnya.

Pesan yang di dapat dalam safari politik paket Esthon-Chris selama 2 hari di Kabupaten Sikka adalah bagaimana mendengar dan menyapa langsung masyarakat Sikka untuk memberi informasi tentang apa yang menjadi program kerja dari beliau berdua untuk 5 tahun yang akan datang, serta bertemu para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan juga tokoh perempuan untuk mengajak semua elemen bersama-sama mengambil bagian dalam pesta demokrasi 5 tahunan ini, dengan terus meyakinkan kepada masyarakat akan kesiapan dan kesediaan untuk mengemban amanah rakyat NTT yang akan diimplementasikan dalam wujud pelaksanaan kerja yang telah tertuang dalam program visi dan misi paket Esthon-Chris untuk 5 tahun yang akan datang.

Esthon-Chris menyajikan tawaran kepada rakyat NTT dengan rumusan 5 agenda utama antara lain :

  1. Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Ketenagakerjaan
  2. Peningkatan Pelayanan Kesehatan
  3. Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Lokal
  • Pariwisata Sebagai Lokomotif Penggerak
  • Ekonomi Berbasis Pertanian/Perkebunan
  • Ekonomi Berbasis Peternakan
  • Ekonomi Kreatif
  • Ekonomi Manufaktur
  1. Peningkatan jumlah dan kualitas infrastruktur
  2. Peningkatan pelayanan publik melalui tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih

Selain itu, Esthon-Chris juga menyiapkan 7 (tujuh) strategi pembangunan untuk meningkatkan daya saing NTT agar dapat berdiri sejajar dengan propinsi-propinsi lain di Indonesia, dengan fokus strategi pembangunan adalah “Desa Membangun, Membangun Desa” yakni mefokuskan pembangunan dari desa/kelurahan dengan mengalokasikan 50 % Pendapatan Asli Daerah (PAD) kembali kepada rakyat dalam bentuk hibah senilai Rp 500 juta per desa/ kelurahan se-NTT.

NTT hari ini adalah NTT yang problematis, NTT yang punya sederet persoalan yang berhubungan dengan kesejahteraan sosial baik yang kronis maupun yang klasik.

Ibarat tubuh manusia, NTT butuh diagnosa dan racikan obat yang mujarab agar dapat mengurangi sekaligus menghentikan penyakit kronis tersebut. Hal ini butuh keahlian, atau kepiawaian dalam memimpin NTT guna menyelasaikan sekelumit persoalan dimaksud.

Karenanya, kita butuh pemimpin yang bukan hanya sekadar mau berkuasa, tetapi kita butuh figur yang berpengalaman, figur yang bersih, memiliki program yang responsif terhadap persoalan-persoalan yang ada.

Figur pemimpin yang bukan hanya beretorika atau yang sekadar coba-coba, atau pemimpin hasil bongkar pasang. Kita butuh pemimpin santun, ramah yang juga memberi kesejukan dan kedamaian di hati masyarakatnya.

NTT jangan dianalogikan sebagai satu batalyon musuh yang membutuhkan komandan yang “bringas” dan siap menembakkan senjata secara membabi-buta, melainkan kita butuh figur pemimpin yang penuh sentuhan kasih, sederhana, bersih dalam melayani masyarakat, untuk membawa keluar dari persoalan-persoalan yang ada.

Melalui karakter dan pendekatan-pendekatan yang semacam inilah, Esthon-Chris hadir untuk NTT yang sejahtera dan berdaya saing dengan SATU tekad NTT BISA (Berdaya saing, Inovatif, Sigap dan Aktif).

Di samping itu, dalam kampanye dan upaya merebut simpati rakyat, Esthon-Chris akan selalu memegang teguh komitmen dan janji untuk mewujudkan PILKADA NTT yang Damai dan Bermartabat.

Karenanya, sangat disayangkan, ada calon yang sampai saat ini terus mengkampanyekan untuk dipilih sesuai suku dan juga agama. Hal ini menjadi sebuah pemandangan buruk dalam menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang kita anut. Kita tidak sedang mencari pemimpin berdasarkan pulau, berdasarkan suku, berdasarkan agama, tetapi sesungguhnya kita sedang mencari solusi untuk menuntaskan sekelumit persoalan yang ada di bumi flobamora dengan sistem politik yang kita anut untuk melahirkan pemimpin yang siap dan sigap untuk membawa NTT ke arah yang lebih baik dan lebih sejahtera.

Esthon-Chris selalu mengedepankan kasih dan kesantunan dalam upaya yang konstitusional untuk merebut simpati rakyat, karena kami akan TERUS BERJUANG BERSAMA RAKYAT.

Dalam Pilkada Kita Berkompetisi, Tetapi Dalam Tuhan Kita Bersaudara. Dari Sikka, semangat rakyat bergelora, SATU untuk Nusa Tenggara Timur. Terus Berjuang Untuk Rakyat. JANGAN KASIH KENDOR. #NTT_BISA.

Catatan Safari Politik Paket Cagub-Cawagub NTT Esthon-Chris di Bumi Nyiur Melambai Maumere oleh Bung Rogger Evantino (Staf DPP Partai Gerindra)

 

 

To Top