Nusantara

Membangun Budaya Literasi Melalui Troli Baca

Muhamad Juwayni, M.Pd, Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Mutiara Banten. Foto (Istimewa)

VoIR IndonesiaFenomena yang sering terjadi di sekolah sekarang ini adalah ketika bel istirahat sekolah berbunyi, sebagian besar siswa akan memilih kantin sekolah sebagai tempat untuk menghabiskan waktu istirahat daripada menuju perpustakaan. Fenomena ini menunjukkan bahwa sekolah masih belum sepenuhnya menumbuhkan budaya literasi sebagai bagian dari pengembangan diri bagi pelajar.

Berdasarkan data tersebut, penulis memandang perlu untuk melakukan perbaikan budaya literasi, khususnya membaca dan menulis, di SMK Negeri 5 Pandeglang, salah satunya dengan program unggulan sekolah, yakni “Program Literasi dengan Metode Troli Baca.”

Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis dapat merumuskan masalah yang dibahas dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimanakah tahapan gerakan literasi melalui metode troli baca di SMK Negeri 5 Pandeglang? (2) Apakah metode troli baca dapat menumbuhkan budaya literasi di SMK Negeri 5 Pandeglang? (3) Bagaimanakah persentase peningkatan budaya literasi dengan menggunakan troli baca di SMK Negeri 5 Pandeglang?

Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Sekolah (School Action Research) disingkat PTS. Secara sederhana penelitian tindakan merupakan “belajar dengan melakukan” (learning by doing): suatu kelompok orang mengidentifikasi suatu masalah, melakukan sesuatu untuk memecahkannya, mengamati bagaimana keberhasilan usaha mereka, dan jika belum memadai, mereka mencoba lagi (Emzir: 2015: 235).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat peningkatan yang terjadi dari siklus ke siklus.

Dengan metode ini, peneliti berupaya menjelaskan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan diskusi yang berupa persentase atau angka-angka. Yang menjadi subjek penelitian dalam tulisan ini adalah siswa SMK Negeri 5 Pandeglang, dengan objek penelitiannya yaitu budaya literasi, terutama membaca, yang ada pada siswa SMK Negeri 5 Pandeglang.

Prosedur penelitian ini mencakupi tahap-tahap yang umumnya dilakukan dalam penelitian tindakan, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase, yakni membandingkan persentase pengunjung, peminjam, dan jumlah buku yang dipinjam. Pengunjung, peminjam, dan jumlah buku yang dipinjam dipersentasekan berdasarkan jumlahnya selama 1 semester dibagi 6 bulan, dibagi jumlah siswa, kali 100%. Kemudian data dideskripsikan untuk mendapatkan gambaran peningkatannya.

Baca Juga:  Harpelnas 2020, PDAM Tirta Asasta Kampanyekan Wadah Non Sekali Pakai

Dari hasil pembahasan, program troli baca sebagai metode gerakan literasi sekolah yang dijalankan di SMK Negeri 5 Pandeglang dapat disimpulkan dua hal berikut ini yakni:

  1. Gerakan literasi melalui model troli baca di SMK Negeri 5 pandeglang dilakukan dengan tahapan sebagai berikut.  (A). Pembiasaan: dengan menggunakan penjadwalan khusus, yakni membaca buku 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Troli baca mulai dioperasikan sebelum awal pembelajaran. (B). Pengembangan: meningkatkan budaya literasi melalui kegiatan merespons bacaan dengan melibatkan guru dan tim literasi/petugas perpustakaan. (C). Pembelajaran: memanfaatkan budaya literasi dalam pembelajaran. Ini dilakukan dengan menggunakan berbagai model literasi dalam pembelajaran, baik oleh guru maupun siswa, termasuk e-literasi. akademik.
  1. Metode troli baca dapat meningkatkan budaya literasi yang sangat signifikan, dalam hal ini khususnya budaya membaca, di SMK Negeri 5 Pandeglang.
  1. Persentase peningkatan budaya literasi dilihat dari jumlah pengunjung, peminjam buku, dan jumlah buku di perpustakaan SMK Negeri 5 Pandeglang adalah sebagai berikut: (A). Pada semester gasal 2017/2018 dibandingkan dengan semester sebelumnya, pengunjung perpustakaan naik 10%: dari 10% menjadi 20%; peminjam buku naik 7,93%: dari 7,68% menjadi 15,61%; dan jumlah buku yang dipinjam naik 12,27%: dari 10,20% menjadi 22,47% dan (B). Pada semester genap 2017/2018 dibandingkan dengan semester sebelumnya, pengunjung perpustakaan naik 14%: dari 20% menjadi 34%; peminjam buku naik 10,39%: dari 15,61% menjadi 26%; dan jumlah buku yang dipinjam naik 17,53%: dari 22,47% menjadi 40%. (*)

Oleh: Muhamad Juwayni, M.Pd, Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Mutiara Banten

To Top